Dino Patti Djalal Unggah Video Pengakuan Tersangka di Kasus Mafia Tanah

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendiri Foreign Policy Community Of Indonesia Dino Patti Djalal saat dijumpai di kawasan Kasablanka, Jakarta, 21 Oktober 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    Pendiri Foreign Policy Community Of Indonesia Dino Patti Djalal saat dijumpai di kawasan Kasablanka, Jakarta, 21 Oktober 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, mengunggah potongan video pengakuan seorang bernama Sherly mengenai peran Fredy Kusnadi di kasus mafia tanah. Sherly sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

    "Saya memberikan apresiasi dan terima kasih karena Sherly telah memberikan pengakuan yang sejujur-jujurnya mengenai peran Fredy dalam salah satu aksi penipuan terhadap rumah ibu saya," katanya melalui tayangan video yang diunggah di Instagram, pada Ahad malam, 14 Ferbuari 2021.

    Fredy atau Freddy Kusnadi disebut sebagai dalang atas kasus dugaan mafia tanah yang menyasar rumah ibu Dino Patti Djalal, Zurni Hasyim Djalal. Dalam tayangan video terdapat beberapa teks yang menerangkan konteks pernyataan Sherly.

    Di awal Sherly muncul terdapat teks bertuliskan: Tersangka Sherly mengakui peran Fredy Kusnadi.

    ADVERTISEMENT

    Teks kedua bertuliskan: Fredy menyuruh tersangka untuk menggunakan KTP palsu agar uang pembelian tidak jatuh ke tangan Ibu Zurni Djalal.

    Sherly menjelaskan bahwa Fredy membuat KTP palsu atas nama Yurmisnawita, sepupu Dino, supaya bisa membuka rekening untuk mencairkan dana pembelian rumah. KTP Yurmisnawita palsu, kata Sherly, disebut sebagai Yur Fredy.

    "Kalau pakai KTP Yur asli otomatis nanti uang semua pencarian harus masuk ke rekening Yur asli yang Bu Hasyim pegang, yang owner pegang katanya. 'Kalau udah masuk situ uang enggak bisa keluar lagi, entar buat kita-kita komisi apa bagaimana Mbak', dia bilang gitu. Maksudnya ini pakai Yur Freddy dia bilang. Yur yang palsu ini biar nanti untuk, kan dibukain nih rekening Yur palsu Pak. Jadi, kalau duitnya sudah masuk bisa keluar lagi lho Pak," ucap Sherly dalam tayangan video.

    Teks berikutnya muncul dan bertuliskan: Sherly mengaku salah dan menyatakan menerima KTP dan NPWP palsu dari Fredy. "Saya ngaku lagi Pak, saya ada kesalahan. Kan yang dari Fredy itu kan KTP sama NPWP Yur palsu," ucapnya sambil terisak.

    Teks berikutnya bertuliskan: Menurut tersangka Sherly, selain menyediakan KTP palsu, Fredy juga menyediakan figur palsu (yang nantinya akan mencoba mencuri sertifikat asli dari Notaris). Figur palsu ini juga digunakan dalam aksi penipuan sebelumnya oleh Fredy.

    "Di situ yang kedua kali Pak saya ketemu figur. Sebelumnya saya pernah ketemu saya cuma mau mastiin, bener si ibu sama bapak mau tanda tangan?" kata Sherly. Menurut Dino, figur yang berpura-pura menjadi sepupunya masih buron.

    Sherly kemudian ditanya siapa yang menyediakan figur untuk berperan sebagai Yurmisnawita palsu. "Katanya yang sediain Fredy, Pak. Jadi Fredy waktu itu transaksi pakai ini orang gitu lho, Pak."

    Teks berikutnya adalah Sherly memberikan izin pernyataannya direkam. Ia juga mengaku siap bertanggung jawab atas pernyataan yang disampaikannya.

    Teks panjang kemudian muncul di akhir tayangan video Dino. Isinya sebagai berikut.

    Silakan simak sendiri: keterlibatan Fredy dalam kasus penipuan rumah Ibu Zurni Djalal adalah berdasarkan pengakuan yang rinci dari Sherly selaku tersangka salah satu kasus penipuan sertifikat rumah. Fredy juga terlibat dalam sedikitnya dua kasus penipuan rumah lain dari keluarga Dino Patti Djalal. Para anggota sindikat mafia tanah ini belum semuanya terungkap dan tertangkap.

    Baca juga: Dilaporkan ke Polisi, Dino Patti Djalal: Para Dalang Sindikat Mulai Panik

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.