Kejagung Sebut Ada Kerugian Rp 20 Triliun di BPJS Ketenagakerjaan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan. Tempo/Tony Hartawan

    Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung menyatakan ada kerugian senilai Rp 20 triliun di PT Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Ketenagakerjaan yang saat ini tengah dalam proses penyidikan dugaan tindak pidana korupsi.

    Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah menyatakan, nilai kerugian tersebut masih dianalisa dan dipertanyakan ihwal kemungkinan risiko bisnis. 

    "Kalau itu kerugian atas risiko bisnis, apakah analisanya sebodoh itu sampai menyebabkan kerugian Rp20 triliun?" ucap Febrie di kantornya, Jakarta Selatan kepada Tempo pada Kamis, 11 Februari 2021.

    Baca: Kejagung Periksa 8 Saksi Kasus BPJS Ketenagakerjaan

    ADVERTISEMENT

    Selain itu, penyidik menemukan adanya kesamaan pada sebagian manajer investasi (MI) yang digunakan oleh BPJS Ketenagakerjaan dengan PT Asuransi Jiwasraya. Hal tersebut diketahui setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah MI sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan.

    "Tidak semua sama, tetapi sebagian memang ada yang sama," kata Febrie. 

    Dalam perkara ini, Kejaksaan Agung sebelumnya telah menaikkan status kasus dugaan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan dari penyelidikan ke penyidikan. Kendati demikian, belum ada satu pun yang ditetapkan sebagai tersangka. 

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.