Kejagung Periksa 8 Saksi Kasus BPJS Ketenagakerjaan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan. TEMPO/Tohy Hartawan

    Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan. TEMPO/Tohy Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung memeriksa delapan orang saksi dalam kasus dugaan korupsi PT Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Ketenagakerjaan, pada Rabu, 10 Februari 2021.

    Delapan orang saksi itu terdiri dari empat pihak BPJS Ketenagakerjaan dan empat pihak perusahaan sekuritas. 

    "Dari pihak swasta yakni PIC PT Bahana TCW Investment Management, Rukmi Proborini; Direktur PT Bahana Sekuritas, Ermawati A. Erman; PIC PT Danareksa Sekuritas, ES; dan Direktur PT Panin Asset Management, RS," ucap Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak melalui keterangan tertulis pada Rabu, 10 Februari 2021.

    Baca: Anggota DPR Pertanyakan Keamanan Dana Pekerja Migran di BPJS Ketenagakerjaan

    ADVERTISEMENT

    Untuk pihak BPJS Ketenagakerjaan adalah Direktur Keuangan dan Umum Anak Perusahaan Dana Pensiun, AA; Deputi Direktur Perencanaan Strategis, Teguh Purwanto; Deputi Direktur Bidang Pasar Modal, Purwaning Isdiani; dan Asisten Deputi Bidang Pasar Utang, UH. 

    "Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti," kata Leonard. 

    Kejagung sebelumnya telah menaikkan status kasus ini dari penyelidikan ke penyidikan. Penyidik bekerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menginvestigasi transaksi saham dan reksadana senilai Rp 43 triliun.

    Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan menggunakan manajer investasi (MI) yang sama dengan PT Asuransi Jiwasraya. Hal tersebut diketahui setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah MI sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.