Polisi: Tak Ada Penyiksaan Terhadap Ustad Maaher Selama di Rutan Bareskrim

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maheer At-Thuwailibi ditahan di Rutan Mabes Polri karena cuitan menyentil warga Nahdliyin dan menyinggung Habib Luthfi bin Yahya menjadi dasar pelaporan dengan sangkaan dugaan kebencian. Instagram.com

    Maheer At-Thuwailibi ditahan di Rutan Mabes Polri karena cuitan menyentil warga Nahdliyin dan menyinggung Habib Luthfi bin Yahya menjadi dasar pelaporan dengan sangkaan dugaan kebencian. Instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Markas Besar Polri menegaskan Soni Eranata alias Ustad Maaher At-Thuwailibi tidak pernah mengalami penyiksaan atau kekerasan di rumah tahanan Badan Reserse Kriminal.

    Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan Maaher meninggal karena sakit. "Tidak benar ada penyiksaan, almarhum meninggal karena sakit," kata Argo saat dihubungi Antara di Jakarta, Selasa, 9 Februari 2021.

    Soni ditahan di Rutan Bareskrim sejak 4 Desember 2020. Ia ditetapkan sebagai tersangka terkait dengan kasus unggahan penghinaan terhadap Habib Luthfi melalui akun media sosial Twitter @ustadzmaaher_.

    Baca: Meninggal di Rutan Mabes Polri, Ini Profil Ustad Maaher At Thuwailibi

    Dalam penahanan, Soni sempat mengeluh sakit, kemudian petugas rutan termasuk tim dokter membawanya ke RS Polri Said Soekanto, Jakarta Timur untuk perawatan medis.

    "Setelah diobati dan dinyatakan sembuh, yang bersangkutan dibawa lagi ke Rutan Bareskrim," kata Argo.

    Pada tanggal 4 Februari 2021, berkas perkara Soni masuk tahap II di kejaksaan. Setelah barang bukti dan tersangka diserahkan ke jaksa, Soni pun berstatus sebagai tahanan kejaksaan yang dititipkan di Rutan Bareskrim.

    Soni kembali mengeluh sakit, kemudian petugas rutan dan tim dokter menyarankan agar yang bersangkutan kembali dibawa ke RS Polri untuk mendapatkan perawatan. Tetapi, Ustad Maaher tidak mau hingga akhirnya tersebut mengembuskan napas terakhirnya di Rutan Bareskrim pada Senin, 8 Februari 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.