Kata AHY Soal Tudingan Belum Siap Memimpin Partai Demokrat

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono didampingi Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya saat menyapa kader Partai Demokrat usai melakukan konferensi pers di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin, 1 Februari 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono didampingi Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya saat menyapa kader Partai Demokrat usai melakukan konferensi pers di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin, 1 Februari 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Belum genap setahun menjadi Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY sudah dua kali digoyang isu kudeta. Manuver kudeta secara bergantian dilakukan sejumlah kader senior partai berlambang bintang mercy itu yang tak puas dengan kepemimpinan AHY yang terpilih lewat Kongres V Demokrat pada 15 Maret 2020.

    Kasus teranyar, Partai Demokrat menuding adanya keterlibatan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dalam upaya kudeta itu. Kendati ada isu tersebut, AHY mengklaim semua kader solid mendukungnya. Adapun pelaku gerakan yang hendak menggoyang posisinya disebut menyasar kader yang dianggap jauh dari pusat.

    Setelah terpilih secara aklamasi, AHY mengatakan telah menyusun kepengurusan yang usia pejabatnya relatif muda, namun tetap melibatkan sejumlah kader senior. "Ada anggapan saya belum siap memimpin. Dan itu wajar-wajar saja," ujar AHY dinukil dari wawancara Majalah Tempo, Senin, 8 Januari 2021.

    Baca: Dianggap Masalah Internal, Demokrat Bandingkan Kasusnya dengan Kongres PDI 1996

    ADVERTISEMENT

    Di masa kepemimpinannya. ia mengatakan telah berhasil membawa partai melampaui target kemenangan dalam Pilkada 2020. "Tren elektabilitas partai terus meningkat," ujarnya.

    AHY mengatakan mulai mendengar adanya gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat sejak sebulan lalu. Ada laporan bahwa bahwa segelintir orang mengajak sejumlah pengurus daerah menggelar kongres luar biasa.

    Menurut AHY, dalam pertemuan yang dihadiri mantan kader Demokrat dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, KLB rencananya diadakan untuk menjadikan Moeldoko sebagai ketua umum demi pencapresan di 2024. "Mereka datang karena menghormati pengundang yang merupakan kader senior dan menjanjikan dana bantuan sosial bencana alam," kata AHY. Dalam kesempatan terpisah, Moeldoko mengaku pernah bertemu dengan sejumlah kader Demokrat, namun acara tersebut disebut sekadar minum kopi. Ia membantah berniat mencalonkan diri sebagai calon presiden.

    CAESAR AKBAR | MBM TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.