Eks Relawan Dukung Moeldoko, Demokrat: Selama Ini Ke Mana Saja?

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono didampingi Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya saat menyapa kader Partai Demokrat usai melakukan konferensi pers di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin, 1 Februari 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono didampingi Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya saat menyapa kader Partai Demokrat usai melakukan konferensi pers di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin, 1 Februari 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra, enggan terlalu memikirkan langkah eks relawan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di masa Pilkada DKI Jakarta 2017, yang belakangan deklarasi dukungan untuk Moeldoko. Herzaky mengatakan langkah para eks relawan itu sudah tidak relevan.

    "Sudah sangat tidak relevan membawa-bawa nama relawan Agus-Sylvi di tahun 2016-2017 ke era sekarang. Bu Sylvi saja sudah menjadi anggota DPD RI. Kasihan nama beliau masih dicatut aja," kata Herzaky saat dihubungi Tempo, Sabtu, 6 Februari 2021.

    Herzaky mengatakan relawan yang mendukung AHY di 2017 sebagian besar sudah resmi dibubarkan sejak 15 Maret 2017. Sebagian dari mereka bergabung dengan organisasi sayap DPP Partai Demokrat, bahkan ada yang menjadi pengurus Partai Demokrat di berbagai tingkatan.

    "Nah, ini bawa-bawa relawan di masa lalu, memangnya selama ini ke mana saja? Masih berjuang bersama Partai Demokrat dan Mas AHY membantu rakyat yang sedang kesulitan?" kata Herzaky.

    ADVERTISEMENT

    Baca: Demokrat Sebut Setiap Hari Mengalir Dukungan dari Kader Daerah untuk AHY

    Ia mengatakan beberapa waktu belakangan mendadak banyak yang mengaku cinta Demokrat, tapi selama ini tidak pernah kelihatan kontribusinya untuk Partai Demokrat.

    Herzaky pun mempersilahkan bila para eks relawan itu menyatakan dukungan bagi Moeldoko. Hal itu, kata dia, adalah hak setiap warga negara. "Tapi, pakai baju sendirilah. Jangan baju lama yang sudah tidak relevan lagi," kata dia.

    Bagi Herzaky, lebih baik jika para eks relawan itu mendukung Moeldoko yang merupakan Kepala Staf Presiden, untuk menunaikan tugasnya membantu Presiden Joko Widodo. Khususnya di tengah pandemi dan krisis ekonomi seperti saat ini.

    "Daripada sibuk melakukan gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa. Permufakatan jahat mendukung abuse of power itu namanya," kata Herzaky.

    Sebelumnya, diketahui Pemuda Agus Sylvi (PAS), relawan AHY pada saat Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu, mendadak menyatakan dukungannya pada Moeldoko kemarin. Mereka mengklaim tidak puas dengan kepemimpinan AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dan ingin agar Moeldoko mengambil alih.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.