Pengacara Edhy Prabowo Bantah Soal Apartemen Untuk Eks Atlet Debby Susanto

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, seusai menjalani pemeriksaan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 29 Januari 2021. Edhy Prabowo, diperiksa sebagai tersangka, dalam tindak pidana korupsi kasus menerima hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait perizinan tambak, usaha dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya Tahun 2020. TEMPO/Imam Sukamto

    Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, seusai menjalani pemeriksaan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 29 Januari 2021. Edhy Prabowo, diperiksa sebagai tersangka, dalam tindak pidana korupsi kasus menerima hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait perizinan tambak, usaha dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya Tahun 2020. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Edhy PrabowoSoesilo Aribowo, menyatakan penyewaan unit apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan bukan untuk mantan pebulutangkis putri Debby Susanto. Pernyataan Soesilo itu meluruskan soal nama atlet yang disebutkan kliennya menerima unit apartemen.

    "Rasanya bukan Debby Susanto ya. Saya tidak pernah mendengar soal nama itu," ucap Soesilo, mengutip Antara, Jumat, 5 Februari 2021.

    Ia mengungkapkan penyewaan unit apartemen itu dilakukan saat Edhy masih menjadi Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra atau sebelum menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

    Soesilo pun mengklarifikasi bahwa nama tersebut bukan Debby melainkan Devy. "Devy," kata dia singkat tanpa menjelaskan lebih detil identitas lengkapnya.

    ADVERTISEMENT

    Sebelumnya, Debby Susanto juga telah mengklarifikasi soal namanya yang dikaitkan dengan kasus suap perizinan ekspor benih lobster yang menjerat Edhy. Ia mengatakan tidak pernah kenal bahkan tidak pernah bertemu secara langsung dengan Edhy. Debby juga tidak pernah menerima apapun dari Edhy termasuk unit apartemen yang disebutkan.

    "Disebutkan bahwa saya menerima unit apartemen tersebut di tahun 2010 pada saat saya keluar dari PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia) dan saat itu saya ada di ranking 96 dunia," kata Debby dalam keterangannya, Kamis kemarin.

    Ia menekankan pada 2010 masih aktif sebagai atlet PBSI. Saat itu merupakan pemain ganda campuran berpasangan dengan Muhammad Rijal dan menempati peringkat 20 dunia. "Pada tahun 2019 saya baru mengundurkan diri dari PBSI. Kalau di situ kan ditekankan pada tahun 2010 baru keluar dari PBSI. Sedangkan saya tahun 2019 baru mengundurkan diri dari PBSI," ujar Debby.

    Ia pun menyayangkan namanya yang ikut terbawa-bawa kasus korupsi yang menjerat Edhy Prabowo. "Hal ini merupakan pencemaran nama baik bagi saya dan keluarga. Saya merasa ini sangat mengganggu privasi dan juga keluarga saya," kata Debby.

    Sebelumnya, Edhy Prabowo mengaku pada 2010 pernah menyewakan unit apartemen Kalibata City untuk dua pebulutangkis putri bernama Keysa dan Debby. Ia mengaku dekat dengan para pemain bulu tangkis. Pengakuan itu disampaikan usai menjalani pemeriksaan oleh KPK. 

    Baca juga: Kasus Suap Ekspor Benur, KPK Cecar Edhy Prabowo Soal Duit di Rumah Dinas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.