Jokowi: Ekonomi Turun Akibat PPKM Tak Masalah, Asal Covid Turun, Tapi Ini Ndak

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar udara suasana sepi jalan raya kawasan Cilangkap dimmasa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jakarta, Jumat, 22 Januari 2021.  TEMPO/Subekti.

    Gambar udara suasana sepi jalan raya kawasan Cilangkap dimmasa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jakarta, Jumat, 22 Januari 2021. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan pemerintah selalu konsisten mengutamakan kesehatan di atas kepentingan ekonomi. Menurut Presiden, tidak masalah jika perekonomian turun dengan adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, asalkan kasus Covid-19 juga turun.

    "Hati-hati, ada PPKM ekonomi turun. Sebetulnya enggak apa-apa, asal Covid-nya juga turun. Tapi ini ndak," ujar Jokowi dalam rapat internal di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat lalu. Pernyataan Presiden diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Ahad, 31 Januari 2021.

    Presiden menuturkan, faktanya, Pemberlakuan Pembatasan jilid I yang berlangsung 11-25 Januari lalu tidak berjalan efektif. Ia mengatakan mobilitas masyarakat masih tinggi dan kasus Covid-19 di beberapa provinsi tetap naik.

    Untuk itu, Jokowi meminta jajarannya mengkalkulasi dengan cermat risiko yang akan ditimbulkan dari setiap kebijakan dan mencari formula kebijakan yang tepat untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Indonesia. 

    Sebelumnya, Bank Indonesia menyebut kebijakan PPKM di sejumlah kabupaten/kota di wilayah Jawa-Bali pada 11-25 Januari 2021 memang berdampak pada kegiatan ekonomi, meskipun tidak signifikan. Pemberlakuan Pembatasan jilid II dinilai berpotensi mempengaruhi konsumsi masyarakat.

    Baca juga: Anggap PPKM Tak Efektif, Jokowi Instruksikan Ini kepada Anak Buahnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.