Moeldoko Klaim Perpres Pencegahan Ekstremisme Didukung 50 LSM

Reporter

Editor

Amirullah

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (kiri) meniup kantong nafas untuk dites dengan GeNose C19 disaksikan Menristek Bambang Brodjonegoro di Gedung Binagraha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. Kementerian Riset dan Teknologi menghibahkan satu unit pendeteksi virus corona, GeNose C19 kepada Kantor Staf Kepresidenan. ANTARA/Sigid Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme Tahun 2020-2024 (RAN PE) semestinya didukung oleh seluruh elemen masyarakat.

Sebab, Perpres pencegahan ekstremisme ini di-endorse oleh kurang lebih 50 lembaga swadaya masyarakat atau civil society organization (CSO), salah satunya Wahid Foundation.

"Jadi sebenarnya keberhasilan Perpres ini menjadi keberhasilan dari CSO. Ya antaranya, Wahid Foundation mengatakan sangat clear bahwa ini perjuangan sangat panjang, dan sangat mengapresiasi atas lahirnya Perpres ini," ujar Moledoko di kantornya, Rabu, 20 Januari 2021.

Baca juga: Presiden Jokowi Keluarkan Perpres Pencegahan Ekstremisme

Selain itu, ujar dia, ada 18 kementerian/lembaga, perguruan tinggi, dan pihak yang terlibat di dalam meng-endorse Perpres yang digodok sejak 2017 ini.

Salah satu poin penting pemerintah dalam Perpres ini adalah pelibatan masyarakat sipil dalam mengatasi persoalan radikalisme dan terorisme. Pemerintah melibatkan sejumlah kalangan, mulai dari tokoh pemuda, agama, adat, tokoh perempuan, media massa, hingga influencer media sosial dalam pencegahan ekstremisme.

"Saya mohon masyarakat memahami dengan baik bahwa dalam situasi yang seperti saat ini, maka keterlibatan seluruh masyarakat dalam konteks perpolisian masyarakat ini mari kita sambut bersama," ujar Moeldoko.






Kepala BNPT Bilang Media Sosial Kerap Disalahgunakan Kelompok Teror

19 jam lalu

Kepala BNPT Bilang Media Sosial Kerap Disalahgunakan Kelompok Teror

Kepala BNPT Boy Rafli Amar mengatakan keberadaan media sosial kerap disalahgunakan kelompok teror untuk menebar propaganda menciptakan perpecahan.


Pembatasan BBM Subsidi Sangat Mendesak

5 hari lalu

Pembatasan BBM Subsidi Sangat Mendesak

Payung hukum untuk menentukan jenis kendaraan yang bisa menggunakan BBM Subsidi perlu direalisasikan, termasuk pengawasan dan sanksi bagi pelanggar.


Moeldoko Tanggapi Tudingan AHY: Kenapa Harus Membandingkan

6 hari lalu

Moeldoko Tanggapi Tudingan AHY: Kenapa Harus Membandingkan

Kepala Staf Presiden Moeldoko siap mengeluarkan data untuk menangkis tudingan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.


Antisipasi Kasus Bjorka Terulang, KSP Ingin Kembangkan Cloud Lokal

6 hari lalu

Antisipasi Kasus Bjorka Terulang, KSP Ingin Kembangkan Cloud Lokal

Moeldoko menilai kejadian pembocoran data yang dilakukan peretas dengan identitas Bjorka menjadi sinyal untuk pemerintah berbenah diri.


Moeldoko soal Dudung vs Effendi: Memang Supremasi Sipil Tak Hargai Institusi Lain?

6 hari lalu

Moeldoko soal Dudung vs Effendi: Memang Supremasi Sipil Tak Hargai Institusi Lain?

Moeldoko pun menilai perintah Dudung dalam rekaman yang tersebar hanya reaksi spontan atas pernyataan Effendi Simbolon.


PBNU Temui Menteri Urusan Islam Arab Saudi, Berantas Terorisme dan Ekstrimisme di Dunia

8 hari lalu

PBNU Temui Menteri Urusan Islam Arab Saudi, Berantas Terorisme dan Ekstrimisme di Dunia

PBNU menjalin kerja sama untuk memberantas terorime dan ekstrimisme di dunia bersama Kerajaan Arab Saudi.


Pengamat: Perlu Perpres Kendaraan Listrik untuk Angkutan Umum

8 hari lalu

Pengamat: Perlu Perpres Kendaraan Listrik untuk Angkutan Umum

Pengamat menyebut Pepres untuk angkutan umum lebih penting daripada Inpres tentang pengadaan kendaraan listrik untuk mobil dinas dan operasional.


Pemerintah Minta PT INTI Kembangkan Layanan Cloud dan Blockchain

9 hari lalu

Pemerintah Minta PT INTI Kembangkan Layanan Cloud dan Blockchain

PT INTI telah memiliki sistem cloud dan blockchain lokal dengan sistem kemanan siber yang dikembangkan bersama dengan BSSN.


Mobil Dinas Pakai Kendaraan Listrik, Moeldoko: Bisa Hemat Devisa Rp 2.000 T Lebih

9 hari lalu

Mobil Dinas Pakai Kendaraan Listrik, Moeldoko: Bisa Hemat Devisa Rp 2.000 T Lebih

Presiden Joko Widodo mengeluarkan regulasi yang mengatur penggunaan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas untuk pemerintah pusat dan pemerintah daerah.


Biden Ajak Perangi Rasisme dan Ekstremisme, Tuding Medsos Sebar Kebencian

9 hari lalu

Biden Ajak Perangi Rasisme dan Ekstremisme, Tuding Medsos Sebar Kebencian

Presiden Biden meminta orang Amerika lantang menentang rasisme dan ekstremisme, berharap Kongres hentikan medsos sebar kebencian