Kasus Menghalangi Penyidikan, KPK Panggil Anak Nurhadi

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putri tersangka mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi, Rizqi Aulia Rahmi, menjalani pemeriksaan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2020. Rizqi Aulia Rahmi, diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap sebesar Rp. 46 miliar terkait dengan pengurusan perkara di Mahkamah Agung Tahun 2011-2016.TEMPO/Imam Sukamto

    Putri tersangka mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi, Rizqi Aulia Rahmi, menjalani pemeriksaan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2020. Rizqi Aulia Rahmi, diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap sebesar Rp. 46 miliar terkait dengan pengurusan perkara di Mahkamah Agung Tahun 2011-2016.TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin, memanggil Rizqi Aulia Rahmi, anak dari terdakwa mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi terkait kasus menghalangi penyidikan dalam perkara Nurhadi.

    "Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka FY (Ferdy Yuman)," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin 18 Januari 2021. Selain itu, KPK pada hari ini juga memanggil Ferdy Yuman sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

    Penyidik KPK juga telah memanggil istri Nurhadi yakni Tin Zuraida sebagai saksi untuk tersangka Ferdy dalam penyidikan kasus yang sama pada Selasa 12 Januari 2021. Sebelumnya, KPK telah menetapkan Ferdy sebagai tersangka pada 10 Januari setelah ditangkap di Kota Malang, Jawa Timur, sehari sebelumnya.

    Dalam konstruksi perkara, KPK telah menerbitkan daftar pencairan orang (DPO) atas nama tersangka Nurhadi, Rezky Herbiyono selaku menantu Nurhadi, dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto. Sejak 2017 sampai 2019, Ferdy bekerja sebagai sopir untuk Rezky dan keluarganya, kemudian di awal 2020, Ferdy diminta oleh Rezky untuk datang ke Apartemen Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

    ADVERTISEMENT

    Pada bulan Februari 2020, Ferdy atas perintah dari Rezky membuat perjanjian sewa-menyewa rumah di Jalan Simprug Golf 17 Suites 1 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan dengan pemilik rumah sekaligus menyerahkan uang sewa secara tunai sebesar Rp490 juta.

    Pada bulan yang sama, Nurhadi bersama dengan istri-nya Tin dan keluarga Nurhadi lainnya beserta dua asisten rumah tangga menempati rumah di Jalan Simprug Golf 17 Suites 1 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan tersebut.

    Pada bulan Juni 2020, tim penyidik KPK yang telah melakukan pemantauan sebelumnya, kemudian datang ke rumah di Jalan Simprug Golf 17 Suites 1 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan untuk melakukan penangkapan kepada Nurhadi dan Rezky.

    Saat tiba di lokasi, Ferdy telah menunggu di dalam mobil Toyota Fortuner Hitam dengan pelat nomor kendaraan diduga palsu yang terparkir di luar pintu gerbang rumah untuk bersiap-siap menjemput Rezky bersama keluarganya.

    Saat tim mendekati mobil yang didalamnya terdapat Nurhadi itu, Ferdy Yuman langsung pergi dengan mengemudi menggunakan kecepatan tinggi dan menghilang ke arah Senayan.

    Baca: Ferdy Yuman Ditahan KPK, Ini Perannya Dalam Kasus Korupsi Nurhadi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.