IDI Ingatkan Prokes Sebab Antibodi Muncul Usai Suntikan Vaksin Covid-19 Kedua

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang dokter menunjjukan kartu vaksinasi Covid-19 usai disuntikkan di Rumah Sakit Umum Andhika, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat, 15 Januari 2021. Tahap pertama vaksinasi Covid-19 akan menyasar sebanyak 1,2 juta tenaga kesehatan yang merupakan garda terdepan dalam penanganan dan vaksinasi tersebut juga akan mengurangi gugurnya dokter dan tenaga kesehatan yang angkanya sudah tinggi. vaksinasi bertujuan untuk membentuk kekebalan tubuh dari infeksi virus Corona atau SARS-CoV-2. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Seorang dokter menunjjukan kartu vaksinasi Covid-19 usai disuntikkan di Rumah Sakit Umum Andhika, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat, 15 Januari 2021. Tahap pertama vaksinasi Covid-19 akan menyasar sebanyak 1,2 juta tenaga kesehatan yang merupakan garda terdepan dalam penanganan dan vaksinasi tersebut juga akan mengurangi gugurnya dokter dan tenaga kesehatan yang angkanya sudah tinggi. vaksinasi bertujuan untuk membentuk kekebalan tubuh dari infeksi virus Corona atau SARS-CoV-2. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M. Faqih mengingatkan agar penerima vaksin Covid-19 tetap berhati-hati melakukan pencegahan.

    "Jangan mentang-mentang sudah divaksin kemudian loss. Jangan-jangan kita tidak hati-hati, belum suntik kedua sudah kena infeksi atau belum terbentuk antibodi kena infeksi duluan," kata Faqih dalam diskusi Perspektif Indonesia, Sabtu, 16 Januari 2021.

    Faqih mengatakan, dari uji klinis, vaksin Covid-19 Sinovac dapat membentuk antibodi dengan baik maksimal setelah 3 bulan. Ia menceritakan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menjadi relawan uji klinis fase 3 vaksin buatan Sinovac memiliki titer antibodi mencapai 98 persen setelah 3 bulan disuntik.

    "Jadi untuk yakin mencapai perlindungan maksimal dengan tinggi antibodi itu kalau dari penelitian itu di angka 3 bulan," katanya.

    Faqih menjelaskan perlu dua kali penyuntikan vaksin Covid-19 Sinovac untuk memunculkan antibodi. Sehingga, penerima vaksin harus menjalani penyuntikan kedua kalinya dalam waktu 14 hari setelah penyuntikan pertama.

    Agar upaya perlindungan vaksin Covid-19 maksimal, Daeng mengingatkan agar tetap patuh protokol kesehatan. "Vaksin tidak ada 100 persen melindungi, sehingga karena ini sama-sama sebuah ikhtiar untuk melakukan pencegahan supaya paripurna, pencegahannya itu ditambah masker, cuci tangan, menghindari kerumunan harus dilakukan," kata Ketua PB IDI.

    Baca juga: Cerita Jokowi Divaksinasi Covid-19: Merasa Pegal Setelah Dua Jam

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.