Abu Bakar Baasyir Bebas Hari Ini, Berikut Perjalanan Kasusnya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abu Bakar Baasyir di Lapas Gunung Sindur Kabupaten Bogor, Jawa Barat beberapa waktu lalu. (Foto: ANTARA)

    Abu Bakar Baasyir di Lapas Gunung Sindur Kabupaten Bogor, Jawa Barat beberapa waktu lalu. (Foto: ANTARA)

    TEMPO.CO, Jakarta - Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir bebas dari Lapas Gunung Sindur, Jawa Barat pada hari ini, Jumat 8 Januari 2021. Kepala Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur Mujiarto mengatakan Abu Bakar Baasyir akan bebas setelah selesai menjalani masa pidananya.

    Baasyir divonis bersalah dan penjara selama 15 tahun oleh hakim pada 2011. Ia terbukti menggerakkan orang dalam penggunaan dana untuk tindakan atau kegiatan tindak pidana terorisme.

    Berikut perjalanan kasus Abu Bakar Baasyir:
    16 Juni 2011
    Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan pidana 15 tahun penjara dengan tuduhan membiayai pelatihan militer di Aceh senilai Rp 1,39 miliar.

    7 Juli 2011
    Pengadilan Tinggi Jakarta meringankan hukuman Baasyir menjadi 9 tahun penjara.

    November 2011
    Tim Pengacara Muslim yang mendampingi Baasyir mengajukan kasasi.

    27 Februari 2012
    Mahkamah Agung menolak kasasi Baasyir. Putusan MA menyatakan bahwa dia harus menjalani hukuman selama 15 tahun. Ia dipenjara di Lapas Nusakambangan.

    4 April 2018
    Abu Bakar Baasyir menolak untuk dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur. Dua pekan setelahnya, Ba’asyir menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

    21 Juni 2018
    Mendapat remisi hari raya Idul Fitri dengan pengurangan masa hukuman 1 bulan 15 hari.

    17 Agustus 2018
    Ia kembali mendapatkan remisi Hari Kemerdekaan selama 4 bulan. Ia berhak mengajukan permohonan pembebasan bersyarat. Pertimbangannya, ia telah menjalani dua pertiga masa tahanan dan berkelakuan baik.

    13 Desember 2018
    Baasyir telah memenuhi perhitungan dua pertiga masa hukuman untuk mekanisme pembebasan bersyarat.

    18 Januari 2019
    Yusril Ihza Mahendra mengatakan Presiden Jokowi telah menyetujui untuk membebaskan Abu Bakar Baasyir dengan alasan kemanusiaan.

    HENDARTYO HANGGI | ADE RIDWAN | AHMAD ROFIQ | ARKHELAUS W. | ANDITA RAHMA | BERBAGAI SUMBER

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.