Densus 88 Menangkap 17 Orang Terduga Teroris JAD, 2 Tewas dan Satu Terluka

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Densus 88 menembak mati 2 anggota JAD di sebuah perumahan di Makassar pada Rabu, 6 Januari 2021. (Istimewa)

    Densus 88 menembak mati 2 anggota JAD di sebuah perumahan di Makassar pada Rabu, 6 Januari 2021. (Istimewa)

    TEMPO.CO, Makassar - Tim Datasemen Khusus atau Densus 88 Mabes Polri menangkap 17 orang terduga jaringan Jamaah Ansharut Daulah atau terduga teroris JAD di Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Rabu 6 Januari 2021. Selain itu, dua orang tewas tertembak yakni inisial MR dan SA dan satu orang mengalami luka tembak sehingga dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara.

    “Jadi totalnya ada 20 orang,” kata Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Inspektur Jenderal Merdisyam kepada wartawan Rabu 6 Januari 2020.

    Menurut dia, tiga pelaku yang ditembak lantaran melakukan perlawanan saat dilakukan penangkapan. Jaringan terduga teroris tersebut menempati rumah yang kerap dijadikan lokasi kajian, sehingga tertutup dengan warga.

    Merdisyam menjelaskan jika kedua pelaku yang tewas telah dibaiat di Pondok Pesantren Ar Ridho Tahun 2015, itu dilakukan ustas Basri yang meninggal di Lapas Nuasakambangan Tahun 2018. Polisi pun mengamankan beberapa barang bukti seperti parang, senjata PCP, busur, panah, dan beberapa dokumen.

    ADVERTISEMENT

    Sebelumnya, kedua pelaku sempat ingin hijrah ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS pada Tahun 2016, namun batal dibatalkan oleh petugas diBandara Soekarno Hatta. Dia juga terlibat dalam pengiriman dana kepada pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Filipina. Selanjutnya tahun 2020, mereka rutin melakukan latihan tembak.

    Seorang warga, Surahman mengaku pelaku terduga teroris memang tertutup dengan warga setempat, meski sudah lima tahun tinggal di perumahan Villa Mutiara. Ia hanya mengetahui jika rumah itu memang kerap dilakukan pengajian setiap Ahad, yang dihadiri ratusan orang. “Kalau setiap hari, menjual nasi kuning dan bensin,” tuturnya. Sebelum tewas tertembak, kata dia, sempat terjadi saling kejar-kejaran. Kemudian ada suara tembakan berkali-kali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.