Polisi Sebut Kader Muda Jamaah Islamiyah yang Dikirim ke Suriah Paket Lengkap

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kadivhumas Polri Irjen Pol Argo Yuwono memberikan keterangan tentang teroris Jamaah Islamiyah (JI) di kantor Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Senin, 28 Desember 2020. Densus 88 Antiteror Polri menemukan 12 lokasi di Jawa Tengah, yang diduga kuat dijadikan lokasi pelatihan kelompok JI untuk pelatihan bela diri dan merakit bom. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Kadivhumas Polri Irjen Pol Argo Yuwono memberikan keterangan tentang teroris Jamaah Islamiyah (JI) di kantor Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Senin, 28 Desember 2020. Densus 88 Antiteror Polri menemukan 12 lokasi di Jawa Tengah, yang diduga kuat dijadikan lokasi pelatihan kelompok JI untuk pelatihan bela diri dan merakit bom. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian menyatakan kader muda Jamaah Islamiyah yang dikirim ke Timur Tengah adalah paket lengkap. Mereka yang dikirim disebut memilik berbagai keahlian, seperti bela diri, informasi teknologi, bahasa, medis, dan manajemen.

    "Jangan lupa bahwa kader muda JI yang dikirim ke Suriah itu memiliki paket lengkap," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, di kantornya, Jakarta, Senin, 4 Januari 2020.

    Argo mengatakan keahlian manajemen digunakan untuk mengurus logistik, pergeseran anggota di negara tujuan. Menurut Argo, selama memimpin Jamaah Islamiyah pada 2008-2019, Para Wijayanto sudah mengirimkan 7 angkatan.

    Ketujuh angkatan dikirim pada 2013-2018. Tiga negara yang menjadi tujuan pengiriman adalah Suriah, Palestina, dan Yordania.

    Perekrutan, kata dia, menyasar anak-anak muda yang memiliki kecerdasan, emosi stabil dan kondisi fisik prima. Mereka kemudian dilatih. Lokasi pelatihan, kata dia, terdapat di 12 lokasi. "Itu beberapa pertimbangan untuk merekrut kader JI," kata dia.

    Baca juga: Polri: Jamaah Islamiyah Incar Anak Pesantren Rangking 10 Besar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.