Targetkan 11 Juta Suara di Pemilu 2024, Ini 5 Masalah yang Harus Diatasi PPP

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eep Saefulloh Fatah. TEMPO/Panca Syurkani

    Eep Saefulloh Fatah. TEMPO/Panca Syurkani

    TEMPO.CO, Jakarta - Konsultan politik dari PolMark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah, menyebutkan ada lima masalah yang harus diatasi Partai Persatuan Pembangunan atau PPP jika ingin mengambil suara pemilih di segmen masyarakat bawah atau dhuafa.

    "Kalau mau mengambil segmen masyarakat bawah atau dhuafa sebagai salah satu target pemilih, maka lima masalah itu harus diatasi," kata Eep dalam penutupan Muktamar PPP, Ahad, 20 Desember 2020.

    Masalah pertama adalah kemiskinan. Berdasarkan survei yang dilakukan PolMark pada 9-20 November 2020 dengan melibatkan 2.600 responden, sebanyak 33,3 persen menyatakan kemiskinan menjadi masalah paling mendesak yang harus diatasi.

    Masalah yang perlu diatasi selanjutnya, sebanyak 19,3 persen responden menilai harga kebutuhan pokok yang sulit dijangkau. Sebanyak 13,1 persen responden menyatakan sulit mendapatkan pekerjaan. Kemudian 9,2 persen responden menilai korupsi yang merajalela, dan 4,4 persen responden menyatakan penegakan hukum yang tidak adil kepada masyarakat bawah.

    "Salah satu amanah sejarah PPP adalah tidak boleh berkhianat untuk mencari jalan keluar dari persoalan-persoalan ini," katanya.

    Menurut Eep, jika PPP diakui, dirasakan, tegas, konkrit, dan dipersepsikan pemilih sebagai partai yang sigap mengatasi 5 persoalan tersebut, maka partai bisa melampaui target suara awal, yaitu sebanyak 11.329.906 suara pada Pemilu 2024.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.