Singgung Radikalisme, Mahfud MD: Ada Kelompok Pemuda Dilatih untuk Teror VVIP

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Polhukam Mahfud MD menjadi pembicara kunci saat seminar nasional untuk memperingati HUT Ke-6 Badan Keamanan Laut (Bakamla) di Jakarta, Selasa 15 Desember 2020. Seminar tersebut membahas tema Pengelolaan Perbatasan Laut Republik Indonesia. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Menko Polhukam Mahfud MD menjadi pembicara kunci saat seminar nasional untuk memperingati HUT Ke-6 Badan Keamanan Laut (Bakamla) di Jakarta, Selasa 15 Desember 2020. Seminar tersebut membahas tema Pengelolaan Perbatasan Laut Republik Indonesia. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengingatkan bahwa keutuhan ideologi Indonesia tengah berhadapan dengan radikalisme yang masih tumbuh. Ia mengatakan setidaknya ada tiga tingkatan radikalisme yang terpantau olehnya.

    "Satu, bentuknya intoleran. Dia tidak suka aja gitu kalau orang berbeda. Tidak mau bergabung dengan orang yang berbeda," kata Mahfud dalam acara Penyerahan Hasil Evaluasi & Rekomendasi Kebijakan Kementerian/Lembaga di Bidang Kesatuan Bangsa, Rabu malam, 16 Desember 2020.

    Mahfud mengatakan tingkatan kedua adalah melakukan aksi teror. Aksi dilakukan dengan cara mengebom, hingga membuat kerusuhan di berbagai tempat. Ia mengatakan radikalisme macam ini sudah terpapar paham jihadis yang salah.

    "Bahkan saya dapat info ada sekelompok anak-anak muda yang dilatih di suatu tempat khusus untuk meneror VVIP. Saya dapat foto latihannya juga," kata Mahfud.

    Tingkatan ketiga, adalah dengan masuk ke lembaga-lembaga di Indonesia. Mulai dari lembaga pendidikan hingga perusahaan Badan Usaha Milik Negara. Mahfud mengatakan tren ini sudah terlihat dan sudah diantisipasi oleh pemerintah.

    Ia mengatakan radikalisme ini adalah salah satu ancaman dari menjaga keutuhan ideologi negara. Padahal, ia mengatakan Indonesia sudah punya Pancasila.

    "Tanpa kebersatuan, kita akan tercabik-cabik. Dan jika kita tercabik maka tujuan yang kita inginkan bersama sebagai sebuah bangsa tidak akan pernah tercapai, bahkan mungkin saja negara bisa bubar kalau kita tidak bersatu," kata Mahfud.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.