Partisipasi Pemilih di Pilkada 2020 Solo Rendah Buat Target Suara Gibran Meleset

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menggunakan hak pilih di Pilkada Solo 2020 di Tempat Pemungutan Suara 22, Manahan, Solo. Dia memilih dengan ditemani istrinya, Selvi Ananda dan adiknya Kaesang Pangarep. Foto: Tim Pemenangan Gibran.

    Calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menggunakan hak pilih di Pilkada Solo 2020 di Tempat Pemungutan Suara 22, Manahan, Solo. Dia memilih dengan ditemani istrinya, Selvi Ananda dan adiknya Kaesang Pangarep. Foto: Tim Pemenangan Gibran.

    TEMPO.CO, Solo - Gibran Rakabuming Raka menang tebal dalam Pilkada 2020 di Kota Solo. Kemenangan anak sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu terlihat dari beberapa hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga.

    Dalam hitung cepat atau quick count versi Charta Politika misalnya, pasangan Gibran Rakabuming-Teguh Prakosa mampu meraup suara hingga 87,15 persen. Rivalnya, Bagyo Wahyono-FX Suparjo harus puas dengan 12,85 persen suara.

    Meski menang telak, perolehan suara Gibran-Teguh meleset dari target. Pada awalnya, mereka menginginkan kemenangan hingga 92 persen. "Kami akan melakukan evaluasi tentang hal ini," kata Ketua Tim Pemenangan Gibran-Teguh, Putut Gunawan, Rabu malam 9 Desember 2020.

    Mereka menduga rendahnya partisipasi pemilih menjadi penyebab utama. "Sehingga target sulit didapat," katanya. Menurut Putut, partisipasi pemilih dalam pilkada ini jauh lebih rendah dibanding dua pemilihan yang sebelumnya, baik Pemilu 2019 serta Pilkada 2015.

    Dalam Pemilu 2019, pihaknya mencatat partisipasi pemilih mencapai sekitaran 76 persen. Sedangkan partisipasi pemilih saat Pilkada 2015 cukup tinggi mencapai 81 persen.

    Sedangkan partisipasi dalam Pilkada 2020 berada di bawah keduanya. "Kami perkirakan sekitar 63 persen hingga 65 persen saja," katanya. Rendahnya partisipasi pemilih tidak lepas dari situasi pandemi Covid-19.

    Meski demikian, dia menyebut Komisi Pemilihan Umum telah bekerja maksimal dalam mendorong masyarakat untuk mempergunakan hak pilihnya. Termasuk, memberikan jaminan keamanan dalam pencoblosan dengan menjalankan protokol kesehatan secara ketat di tempat pemungutan suara.

    Sedangkan Gibran Rakabuming Raka mengaku tidak mempersoalkan angka perolehan suara yang didapatkan. "Angka tidak penting, prioritas utama kami adalah pemilihan berjalan lancar sesuai protokol kesehatan," kata dia.

    Gibran juga mengingatkan bahwa perolehan suara yang saat ini beredar merupakan hasil hitung cepat. "Pastinya kita tunggu penghitungan resmi dari KPU," katanya. 

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.