Mahfud MD Prediksi Akan Banyak Paslon yang Tidak Puas Hasil Pilkada 2020

Menko Polhukam Mahfud MD menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Menko, Menteri, aparat penegak hukum, dan sejumlah lembaga pengawas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 29 Juni 2020. Foto: Humas Menko Polhukam

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md. mengatakan masalah Pilkada 2020 masih akan berlanjut di tahapan penghitungan dan rekapitulasi hasil suara yang sedang berlangsung saat ini. Ia mengatakan akan ramai muncul ketidakpuasan terhadap hasil pilkada.

"Di beberapa daerah tertentu ini sering menimbulkan kekerasan fisik, tapi di daerah-daerah lainnya ada yang kemudian menempuh pengadilan," kata Mahfud dalam konferensi pers virtual, Rabu, 9 Desember 2020.

Mahfud mengatakan potensi-potensi masalah itu harus diantisipasi dari sekarang. Kepada para calon yang berniat menggugat hasil pilkada, ia meminta agar mereka mempersiapkan data-data yang diperlukan dari sekarang.

Mahfud juga menceritakan pengalamannya sebagai hakim dan ketua Mahkamah Konstitusi. Menurut Mahfud, ada beberapa jenis gugatan hasil pemilihan ke Mahkamah Konstitusi.

Ada peserta yang menggugat lantaran meyakini menang dan terbukti, tetapi ada pula yang sekadar coba-coba. "Tahu kalau, tapi siapa tahu bisa menghubungi hakim, siapa tahu bisa menang, siapa tahu bisa memalsukan data-data yang mengecoh dan sebagainya, itu coba-coba," kata dia.

Selain itu, Mahfud mengatakan ada daerah tertentu yang berpotensi konflik fisik terlepas dari siapa pun yang menang. "Siapa pun yang menang ya dilawan, meskipun tahu kalah. Kalau perlu bakar kantor KPU, bakar kantor bupati, ada daerah yang begitu," ujar Mahfud.

Ia pun meminta penyelenggara pemilu dan aparat keamanan untuk lebih berhati-hati. Ia mengingatkan situasi pandemi juga mengharuskan semua pihak untuk ekstra hati-hati lantaran ada ancaman penyebaran Covid-19.

"Aparatnya juga bisa terancam oleh penularan, orang lain yang tidak ikut juga bisa kena sehingga menjadi klaster yang membahayakan," ucap dia.

Selain masalah sengketa hasil pilkada, Mahfud mengatakan pandemi Covid-19 juga masih menjadi persoalan di Tanah Air. Ia berujar pemerintah memang telah mendatangkan vaksin Covid-19 sebanyak 1,2 juta dosis pada dua hari lalu dan akan bertambah 3 juta dosis pada pekan ini.

Mahfud mengklaim paling lambat Januari mendatang akan dilakukan penyuntikan vaksin. Meski begitu, ia mengatakan ini masih memerlukan waktu. Misalnya untuk melatih petugas dan menentukan prioritas penerima vaksinasi.

"Bagaimana pun yang bisa dipakai itu adalah protokol kesehatan," ujar dia.

BUDIARTI UTAMI PUTRI






China Semangat Lockdown, Dampaknya dari Demonstrasi sampai 20 Ribu Buruh Mundur

32 menit lalu

China Semangat Lockdown, Dampaknya dari Demonstrasi sampai 20 Ribu Buruh Mundur

Pemerintah China semakin banyak memberlakukan lockdown di kota-kota karena antisipasi penyebaran Covid-19. Protes anti-lockdown terus berlangsung.


Studi: Subvarian Omicron BA.2 Berlipat Ganda Lebih Cepat di Sel Otak

2 jam lalu

Studi: Subvarian Omicron BA.2 Berlipat Ganda Lebih Cepat di Sel Otak

Para peneliti mengatakan bahwa subvarian Omicron BA.2 memicu tingkat kematian sel terprogram yang jauh lebih tinggi setelah infeksi sel otak.


Aktivitas Pabrik di Cina Terkontraksi karena Aturan Covid-19

4 jam lalu

Aktivitas Pabrik di Cina Terkontraksi karena Aturan Covid-19

Aktivitas pabrik di Cina terkontraksi lebih cepat pada November 2022 buntut dari pembatasan aktivitas karena penyebaran Covid-19


Warga Cina yang Ikut Unjuk Rasa Menolak Aturan Covid-19 Mulai Diburu Polisi

9 jam lalu

Warga Cina yang Ikut Unjuk Rasa Menolak Aturan Covid-19 Mulai Diburu Polisi

Dua sumber yang ikut berunjuk rasa menolak aturan Covid-19, di telepon oleh Kepolisian Beijing yang meminta mereka melakukan lapor diri.


Top 3 Dunia: Dukungan Keluarga untuk Anwar Ibrahim dan Reporter BBC Ditahan Cina

10 jam lalu

Top 3 Dunia: Dukungan Keluarga untuk Anwar Ibrahim dan Reporter BBC Ditahan Cina

Top 3 dunia pada 29 November 2022 masih didominasi oleh pemberitaan Anwar Ibrahim yang baru dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia.


Sejumlah Negara Mendukung Unjuk Rasa Menolak Lockdown di Cina

20 jam lalu

Sejumlah Negara Mendukung Unjuk Rasa Menolak Lockdown di Cina

Inggris mengatakan Cina harus mau mendengarkan suara rakyatnya sendiri. Warga Cina mencoba mengatakan mereka tidak senang dengan aturan Covid-19.


Seniman Cina Ai Weiwei Tak Yakin Protes Covid-19 Dapat Menggulingkan Xi Jinping

21 jam lalu

Seniman Cina Ai Weiwei Tak Yakin Protes Covid-19 Dapat Menggulingkan Xi Jinping

Pemerintahan Presiden Xi Jinping dinilai sulit goyah karena tidak ada agenda politik yang jelas dalam protes menolak kebijakan Covid-19 di Cina.


Klaim Jadi Korban Kekerasan Polisi dalam Demo, Kemenlu China Sebut BBC Playing the Victim

22 jam lalu

Klaim Jadi Korban Kekerasan Polisi dalam Demo, Kemenlu China Sebut BBC Playing the Victim

Juru bicara Kemenlu China, Zhao Lijian, menuding BBC hanya "playing the victim" dengan menyatakan reporternya jadi korban kekerasan polisi.


Produksi Toyota Global Oktober Naik 23 Persen

1 hari lalu

Produksi Toyota Global Oktober Naik 23 Persen

Produki Toyota secara global pada Oktober lalu mencapai 771.382 unit, naik dibanding target semula sebanyak 750.000 unit.


Otoritas China Mulai Menyelidiki Protes Anti-Pembatasan COVID-19

1 hari lalu

Otoritas China Mulai Menyelidiki Protes Anti-Pembatasan COVID-19

Pembangkangan sipil terbesar di China sejak Xi Jinping berkuasa satu dekade lalu terjadi ketika jumlah kasus COVID-19 mencapai rekor tertinggi