Soal Calon Kapolri Pengganti Idham Azis, Moeldoko: Presiden Punya Kunci Sendiri

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan keterangan kepada wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 20 Maret 2020. Pemerintah resmi meluncurkan situs Kartu Prakerja yang diharapkan dapat membantu tenaga kerja yang terdampak COVID-19 untuk meningkatkan keterampilan melalu berbagai jenis pelatihan secara daring yang dapat dipilih sesuai minat masing-masing pekerja. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan keterangan kepada wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 20 Maret 2020. Pemerintah resmi meluncurkan situs Kartu Prakerja yang diharapkan dapat membantu tenaga kerja yang terdampak COVID-19 untuk meningkatkan keterampilan melalu berbagai jenis pelatihan secara daring yang dapat dipilih sesuai minat masing-masing pekerja. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko mengatakan Presiden Joko Widodo mempunyai kriteria sendiri terkait calon Kepala Polri atau Kapolri.

    "Presiden juga punya kunci sendiri untuk menentukan siapa yang akan menjabat," kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Selasa, 1 Desember 2020.

    Kapolri Jenderal Idham Azis akan mengakhiri masa jabatannya pada Januari 2021. Banyak nama muncul menjadi kandidat. Bahkan Indonesia Police Watch (IPW) mencatat ada 13 nama Komisaris Jenderal yang berpeluang untuk menggantikan Idham.

    Mulai dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar hingga Wakapolri Komisaris Jenderal Gatot Edi.

    Moeldoko hanya tertawa saat ditanya siapa calon terkuat dan membiarkan spekulasi berkembang.

    "Biarkan masyarakat berspekulasi, biarkan masyarakat berkalkulasi. Itu masyarakat punya hak untuk itu," kata Moeldoko.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI Nyatakan Vaksin Covid-19 Sinovac Berstatus Halal, Ini Alasannya

    Keputusan halal untuk vaksin Covid-19 itu diambil setelah sejumlah pengamatan di fasilitas Sinovac berikut pengawasan proses pembuatan secara rinci.