Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Banten, Kelompok Jamaah Islamiyah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi memeriksa rumah warga yang berada di sekitar lokasi pengejaran terduga teroris di Kelurahan Mamboro, Palu Utara, Sulawesi Tengah, Sabtu, 7 November 2020 Aparat gabungan yang terdiri dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, Brimob Polri dan TNI melakukan pengejaran terhadap seorang pria yang diduga merupakan anggota kelompok teroris yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Poso serta bersembunyi di sekitar wilayah tersebut dan hingga pukul 17.30 WITA petugas masih melakukan pengejaran. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah

    Polisi memeriksa rumah warga yang berada di sekitar lokasi pengejaran terduga teroris di Kelurahan Mamboro, Palu Utara, Sulawesi Tengah, Sabtu, 7 November 2020 Aparat gabungan yang terdiri dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, Brimob Polri dan TNI melakukan pengejaran terhadap seorang pria yang diduga merupakan anggota kelompok teroris yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Poso serta bersembunyi di sekitar wilayah tersebut dan hingga pukul 17.30 WITA petugas masih melakukan pengejaran. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Polri menangkap satu terduga teroris bernama Ahmad Zaini alias Ahyar alias Ahyas alias Epson di Banten, Jawa Barat, pada 8 November 2020.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Banten Komisaris Besar Edy Sumardi mengatakan, Ahmad Zaini merupakan anggota kelompok teror Jamaah Islamiyah (JI).

    "Yang bersangkutan ditangkap bersama istri dan anaknya, karena sedang bersama ketika dalam penangkapan," ujar Edy saat dikonfirmasi pada Senin, 9 November 2020.

    Edy mengatakan bahwa Ahmad Zaini berperan sebagai Ketua Qoid Qodimah di Jamaah Islamiyah. Dari penangkapan itu, penyidik menyita dua buah ponsel, satu buah SIM A, dua buah sim C, satu buah KTP, dua buah sim card, dua buah kertas berisi nomor telepon, dan uang tunai Rp 1,5 juta. "Saat ini, yang bersangkutan sedang diperika oleh penyidik polisi," kata Edy.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.