Satgas Prihatin Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di 13 Daerah Ini Rendah

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengaku prihatin karena terdapat 13 kabupaten kota dengan persentase kesembuhan yang rendah. "Satgas sangat prihatin bahwa masih ada 13 kabupaten kota atau 2,5 persen dari seluruh kabupaten kota di Indonesia memiliki persentase kesembuhan rendah, yaitu kurang dari 25 persen," kata Wiku dalam konferensi pers, Kamis, 29 Oktober 2020.

    Menurut Wiku, daerah yang memiliki tingkat kesembuhan rendah cenderung berada di Indonesia paling timur dan barat. Bahkan, empat dari 13 kabupaten kota ini mencatatkan kesembuhan nol persen. "Empat kabupaten kota dengan nol persen kesembuhan karena baru saja terdapat Covid-19. Sehingga dari jumlah kasus yang ada belum mengalami kesembuhan," ujarnya.

    Wiku menilai, hal ini terjadi karena belum masifnya testing, pemeriksaan laboratorium, dan fasilitas layanan kesehatan yang belum maksimal disediakan untuk pasien Covid-19.

    Berikut 13 kabupaten kota dengan tingkat kesembuhan rendah.
    1. Natuna, Kepulauan Riau nol persen
    2. Ngada, NTT nol persen
    3. Belu, NTT nol persen
    4. Manggarai Timur, NTT nol persen
    5. Sarmi, Papua 13,3 persen
    6. Kepulauan Yapen, Papua 14,2 persen
    7. Maybrat, Papua Barat 16,6 persen
    8. Padang Lawas, Sumut 19,5 persen
    9. Bungo, Jambi 20,8 persen
    10. Kaimana, Papua Barat 22,2 persen
    11. Nias Utara, Sumut 22,2 persen
    12. Sarolangun, Jambi 24,11 persen
    13. Mamuju Utara, Sulbar 24,3 persen

    Wiku mengingatkan pemerintah daerah yang wilayahnya masuk di daftar tersebut segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan kesehatan. "Daftar menunjukkan pelayanan kesehatan masih perlu ditingkatkan," katanya.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Siap-Siap Sekolah Saat Pandemi Covid-19

    Berikut tips untuk mempersiapkan anak-anak kembali ke sekolah tatap muka setelah penutupan karena pandemi Covid-19.