Pelanggar Protokol Kesehatan Masuk Peti Mati, Polri: Pehatikan Harkat Manusia

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak mengamati replika peti mati dan papan himbauan waspada Covid-19 yang terpasang di jalur pedestrian Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Ahad, 6 September 2020. Sebanyak 34.738 orang dinyatakan telah sembuh. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Seorang anak mengamati replika peti mati dan papan himbauan waspada Covid-19 yang terpasang di jalur pedestrian Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Ahad, 6 September 2020. Sebanyak 34.738 orang dinyatakan telah sembuh. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bagian Analisa dan Evaluasi Standar Operasional Polri Komisaris Besar Muhammad Firman menyarankan agar sanksi operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan memperhatikan martabat manusia.

    “Mungkin saran dari kami, masalah sanksi memperhatikan harkat martabat manusia tidak boleh dilanggar,” kata Firman dalam diskusi di akun Youtube BNPB, Kamis, 17 September 2020.

    Firman mengatakan, saat ini banyak bermunculan sanksi sosial yang tidak mengindahkan harkat dan martabat. Misalnya, sanksi masuk dalam peti jenazah seperti yang sempat diterapkan DKI Jakarta.

    “Itu mungkin inovasi-inovasi, tapi di sini adalah sanksi sosial yang diharapkan tetap memperhatikan harkat martabat manusia. Sehingga tidak menjadi satu kontra di masyarakat,” ujarnya.

    Menurut Firman, perlu ada sanksi tegas yang jelas dan diatur dalam peraturan daerah. Ia mencontohkan ketika masih bertugas di Polda Jawa Timur, sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan berupa push up.

    Ia pun mendorong pemerintah daerah berkoordinasi dengan DPRD untuk membuat aturan tegas untuk meningkatkan disiplin protokol kesehatan Covid-19, seperti memberikan sanksi.

    Perda terkait peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan Covid-19 juga didorong oleh Kementerian Dalam Negeri. Berdasarkan data kementerian, masih terdapat 55 kabupaten kota yang belum menyusun perda tersebut. Adapun 46 kabupaten kota sedang menyusun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.