DKI, Jabar dan Jatim Jadi Daerah dengan Peningkatan Kasus Covid-19 Tertinggi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito berpose usai memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa 21 Juli 2020. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito berpose usai memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa 21 Juli 2020. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan ada tiga provinsi dengan kenaikan kasus Covid-19 paling tinggi dalam beberapa waktu belakangan. Ketiga provinsi tersebut adalah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.

    "Kami ingin memberi perhatian khusus pada tiga provinsi yang mengalami kenaikan cukup tinggi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur," ujar Wiku dalam konferensi pers, Selasa, 8 September 2020.

    Dari catatan Satgas, hingga Ahad, 6 September lalu, tercatat DKI Jakarta memiliki 46.333 kasus, Jawa Barat 35.643 kasus dan Jawa Timur 15.351 kasus.

    Bahkan dari total 11 kabupaten/kota yang memiliki kasus aktif di atas 1.000, 10 di antaranya berasal dari tiga provinsi tersebut.

    Di DKI Jakarta, ada Jakarta Utara dengan jumlah 1.043 kasus, Jakarta Selatan 1.149 kasus, Jakarta Pusat 1.312 kasus, Jakarta Barat 1.372 kasus dan Jakarta Timur dengan 1.429 kasus. Sedangkan dari Jawa Barat ada Kota Depok dengan 1.043 kasus dan Kota Bekasi 1.025 kasus. Sedangkan dari Jawa Timur ada Surabaya dengan 1.116 kasus.

    Wiku mengatakan ada beberapa hal yang dilakukan tiga provinsi ini untuk memitigasi dan mengantisipasi kondisi yang ada. DKI misalnya, telah membuat fasilitas isolasi mandiri di dua tower di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat untuk masyarakat yang tak tertampung di lingkungannya.

    "Kedua, Sekda DKI sudah buat surat edaran nomor 2 tahun 2020 tentang mekanisme kerja ASN dan ini segera dilaksanakan," kata Wiku.

    Untuk di Jawa Barat, Wiku mengatakan mereka melakukan testing PCR lebih dari 50 ribu per minggu. Arahan kedisiplinan protokol kesehatan kepada pengelola kawasan industri juga dilakukan.

    "Karena industri memiliki potensi dalam penyebaran jumlah kasus," kata Wiku.

    Di Jawa Timur, Wiku mengatakan Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama para penyintas Covid-19 telah melakukan sosialisasi mengenai protokol kesehatan secara bersama-sama. Selain itu, Khofifah lewat KPU dan Bawaslu telah memberikan arahan kepada bakal calon kepala daerah yang akan mengikuti pilkada untuk mematuhi protokol kesehatan.

    "Karena potensi dari klaster pilkada di berbagai daerah. Antisipasi telah dilakukan di Jatim. Semoga daerah-daerah lain juga bisa melakukan antisipasi yang sama," kata Wiku.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa saja Tanda-tanda Perekonomian Indonesia di Ambang Resesi

    Perekonomian Indonesia semakin dekat dengan kondisi resesi teknikal. Kapan suatu negara dianggap masuk ke dalam kondisi resesi?