Jawa Tengah Simulasi Pembelajaran Tatap Muka di Tengah Pandemi Covid-19

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Guru mengajar pada hari pertama sekolah tatap muka di Madrasah Aliyah Negeri 1 Aceh Barat, Aceh, Senin 20 Juli 2020. Guna mencegah penyebaran COVID-19, pihak sekolah membagi siswa menjadi dua kelompok, yakni kelompok pertama belajar di sekolah dan lainnya belajar di rumah. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

    Guru mengajar pada hari pertama sekolah tatap muka di Madrasah Aliyah Negeri 1 Aceh Barat, Aceh, Senin 20 Juli 2020. Guna mencegah penyebaran COVID-19, pihak sekolah membagi siswa menjadi dua kelompok, yakni kelompok pertama belajar di sekolah dan lainnya belajar di rumah. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah tengah melakukan simulasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di tujuh sekolah.

    "Tujuh sekolah di Kota Tegal, Kabupaten Wonosobo, dan Temanggung itu melaksanakan simulasi selama dua minggu, setelah itu kita evaluasi hasilnya seperti apa," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Padmaningrum di Semarang, Senin, 7 September 2020.

    Sekolah yang melakukan simulasi tersebut adalah SMAN 2, SMKN 2, dan SMA Pius di Kota Tegal, SMAN 1 Parakan dan SMKN 1 Temanggung di Temanggung, serta SMAN 2 dan SMKN 2 Wonosobo.

    Padmaningrum menjelaskan pelaksanaan simulasi di masing-masing sekolah hanya diikuti oleh 100 siswa. Sedangkan siswa yang lain tetap harus mengikuti pembelajaran dari jarak jauh via daring.

    "Kalau melihat langsung hari ini, sekolah sudah bagus dengan penerapan protokol kesehatannya," kata Padmaningrum.

    Sesuai ketentuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, simulasi kegiatan belajar mengajar secara tatap muka akan diikuti oleh 100 pelajar mulai dari pukul 07.00 sampai 11.00 WIB. Kantin sekolah tidak dibuka dan para siswa pulang-pergi dengan kendaraan pribadi.

    Sementara itu, Kepala SMA Pius Lidwina mengatakan bahwa sekolahnya sudah bersiap melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka sejak tahun ajaran baru. "Sarana dan prasarana sudah kami siapkan sejak tahun ajaran baru. Mulai ruangan siswa, guru, ruang isolasi, dan sarana dan prasarana seperti cuci tangan, hand sanitizer, juga alat cek suhu tubuh," ujarnya.
    Berdasarkan data pada Ahad, 6 September lalu, jumlah kasus Covid-19 di Jawa Tengah mencapai 15.351 kasus. Dengan jumlah kasus sembuh 10.018 kasus dan meninggal 1.084 kasus.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa saja Tanda-tanda Perekonomian Indonesia di Ambang Resesi

    Perekonomian Indonesia semakin dekat dengan kondisi resesi teknikal. Kapan suatu negara dianggap masuk ke dalam kondisi resesi?