Kapolri Lantik Irjen Herry Rudolf Nahak Jadi Kapolda Kaltim

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak. TEMPO/ Hans Arnold Kapisa

    Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak. TEMPO/ Hans Arnold Kapisa

    TEMPO.CO, Jakarta - Inspektur Jenderal Herry Rudolf Nahak resmi dilantik menjadi Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur. Pelantikan itu dilaksanakan di Aula Rupatama Markas Besar Kepolisian RI, Jakarta Selatan pada hari ini, 31 Agustus 2020, sekitar pukul 11.00 WIB.

    Herry Rudolf menjadi satu dari 17 perwira tinggi yang dilantik oleh Kepala Kepolisian RI atau Kapolri Jenderal Idham Azis.

    "Demi Allah saya bersumpah bahwa saya selalu pejabat kepolisian negara akan setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, UUD 1945 dan NKRI. Bahwa saya akan menaati segala peraturan perundangan dan melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada saya," ucap Herry Rudolf beserta 16 pejabat lainnya mengikuti Idham Azis membacakan sumpah jabatan.

    Herry Rudolf menggantikan posisi Inspektur Jenderal Muktiono yang diangkat menjadi Kepala Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi. Sementara posisi lama Herry yakni Asisten Kapolri, diisi oleh Brigadir Jenderal Imam Sugianto.

    Kemudian mutasi polri lainnya, ada Inspektur Jenderal Bambang Kristiyono yang kini bertugas sebagai Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Utara; Inspektur Jenderal R. Z. Panca Putra sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, Inspektur Jenderal Merdisyam sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan; Brigadir Jenderal Yan Sultra Indrajaya sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara.

    Lalu, Brigadir Jenderal Abdul Rakhman sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah; Inspektur Jenderal Lotharia Latif sebagai Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur; dan Brigadir Jenderal Akhmad Wiyagus sebagai Kepala Kepolisian Daerah Gorontalo Baru.

    Selain itu, Kapolri Jenderal Idham Azis juga menaikkan pangkat 10 orang pejabat dari Brigadir Jenderal ke Inspektur Jenderal dan 12 orang pejabat dari Komisaris Besar ke Brigadir Jenderal.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa saja Tanda-tanda Perekonomian Indonesia di Ambang Resesi

    Perekonomian Indonesia semakin dekat dengan kondisi resesi teknikal. Kapan suatu negara dianggap masuk ke dalam kondisi resesi?