Kabareskrim Akui Kenal Tommy Sumardi, Tersangka Kasus Djoko Tjandra

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah) memberikan keterangan saat konferensi pers kasus pembobolan Bank BNI oleh Marie Pauline Lumowa di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat, 10 Juli 2020.TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengaku mengenal Tommy Sumardi, tersangka penerima suap dalam kasus dugaan gratifikasi penghapusan red notice Djoko Tjandra.

"Saya mengenal yang bersangkutan. Tapi yang bersangkutan juga banyak sekali kenal orang di Polri karena memang lama bergaul dengan teman-teman di Polri," ujar Kabareskrim Listyo seperti dikutip dari Majalah Tempo edisi 22  Agustus 2020. 

Bareskrim Polri resmi menetapkan Tommy Sumardi bersama Djoko Tjandra sebagai tersangka pada 14 Agustus 2020. Ia diduga memberikan suap kepada Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte dan Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo agar memuluskan pengurusan surat jalan dan red notice dari Djoko Tjandra.

Dalam dokumen pemeriksaan yang dilihat Tempo, Brigjen Prasetijo mengaku mengenal Tommy sejak dulu. Tommy dan Prasetijo bertemu lagi pada awal April lalu. Tommy bertandang ke kantor Prasetijo di lantai 12 Gedung Awaloedin Djamin di kompleks Mabes Polri.

Prasetijo mengaku bersedia menerima Tommy di ruang kerjanya karena mengenal pria itu sebagai orang dekat Kepala Bareskrim Listyo Sigit Prabowo. Dalam dokumen tersebut, Prasetijo mengatakan Tommy juga menyebut nama Sigit pada pertemuan itu. Selain sebagai atasan, Sigit adalah sahabat Prasetijo karena sama-sama lulusan Akademi Kepolisian 1991.

Kepada Prasetijo, Tommy menanyakan soal status buron Joko Tjandra, yang waktu itu diperkirakan berada di Kuala Lumpur. Prasetijo tak bisa menjawab pertanyaan Tommy. Maka, kata Prasetijo dalam dokumen itu, “Ia minta tolong kepada saya untuk diperkenalkan dengan Kepala Divisi Hubinter Polri.”

Tempo mendatangi rumah Tommy di Jalan Kebon Pala 3, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada awal dan pertengahan Agustus lalu. Tak satu pun penghuni keluar dari rumah berpagar baja hitam dan kuning keemasan itu. Tommy tak merespons surat permohonan wawancara hingga Jumat, 21 Agustus lalu. Cerita lengkapnya bisa dibaca di "Nyanyian Sumbang Kawan Seiring".

Adapun hari ini, 24 Agustus, Tommy diagendakan untuk menjalani pemeriksaan perdananya sebagai tersangka dalam kasus Djoko Tjandra. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono pun membenarkan. "Iya, saudara TS akan diperiksa bersama JST hari ini," kata Argo saat dihubungi pada Senin, 24 Agustus 2020.






Jebakan Batman Polisi Lalu Lintas Harus Dihentikan, Lemkapi: Tindak Tegas Pelanggar

17 jam lalu

Jebakan Batman Polisi Lalu Lintas Harus Dihentikan, Lemkapi: Tindak Tegas Pelanggar

Edi Hasibuan mengatakan, Polisi Lalu Lintas (Polantas) merupakan baromater pelayanan Polri sehingga jebakan batman pengguna jalan harus dihentikan.


HUT Lantas ke-67: Kapolri Resmikan Program Prioritas ETLE Nasional di 34 Polda

3 hari lalu

HUT Lantas ke-67: Kapolri Resmikan Program Prioritas ETLE Nasional di 34 Polda

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan program prioritas Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik nasional di 34 Polda di Indonesia.


Kapolri Perintahkan Simulasi Pengaturan Pelaksanaan KTT G20

3 hari lalu

Kapolri Perintahkan Simulasi Pengaturan Pelaksanaan KTT G20

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta anggotanya menggelar simulasi pelaksanaan KTT G20 untuk menjaga citra negara.


Deolipa Yumara Ingatkan Bharada E dan Kabareskrim, Jangan Sepelekan Advokat

3 hari lalu

Deolipa Yumara Ingatkan Bharada E dan Kabareskrim, Jangan Sepelekan Advokat

Deolipa Yumara berharap Bharada E dan Kabareskrim Agus Andrianto hadir dalam persidangan gugatan di PN Jakarta Selatan pada pekan depan.


Deolipa Yumara Gugat Kabareskrim, Sidang Kembali Ditunda karena Agus Andrianto Absen

4 hari lalu

Deolipa Yumara Gugat Kabareskrim, Sidang Kembali Ditunda karena Agus Andrianto Absen

Sidang gugatan Deolipa Yumara terhadap Bharada E dan Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto ditunda hingga pekan depan.


Kuasa Hukum Ferdy Sambo Pelajari Putusan Sidang Etik Banding

6 hari lalu

Kuasa Hukum Ferdy Sambo Pelajari Putusan Sidang Etik Banding

Kuasa hukum Ferdy Sambo menyatakan akan mempelajari terlebih dahulu putusan sidang etik banding sebelum menentukan langkah selanjutnya.


Brigjen Hendra Kurniawan Akan Jalani Sidang Etik Pekan Depan, Ini Detail Perannya

7 hari lalu

Brigjen Hendra Kurniawan Akan Jalani Sidang Etik Pekan Depan, Ini Detail Perannya

Pekan depan Brigjen Hendra Kurniawan akan menjalanj sidang etik. Berikut merupakan BAP Hendra Kurniawan yang terjerat dalam kasus pembunuhan Brigadir J alias Yosua Nofriansyah Hutabarat.


Kapolda Riau Irjen Muhammad Iqbal Urutan Kedua Polisi Terkaya Versi LHKPN, Begini Profilnya

9 hari lalu

Kapolda Riau Irjen Muhammad Iqbal Urutan Kedua Polisi Terkaya Versi LHKPN, Begini Profilnya

Harta kekayaan Kapolda Riau Irjen Muhammad Iqbal sebesar Rp 27 Miliar mendapat sorotan publik. Begini penjelasannya.


Sidang Gugatan Deolipa Yumara terhadap Bharada E Dilanjutkan Hari Ini

11 hari lalu

Sidang Gugatan Deolipa Yumara terhadap Bharada E Dilanjutkan Hari Ini

Eks pengacara Bharada E, Deolipa menggugat 3 tergugat sebesar Rp 15 miliar untuk pembayaran jasa pengacara yang belum dibayar.


6 Poin Aduan Deolipa ke Mahfud MD, Soal Kabareskrim dan Dirtipidum di Kasus Ferdy Sambo

12 hari lalu

6 Poin Aduan Deolipa ke Mahfud MD, Soal Kabareskrim dan Dirtipidum di Kasus Ferdy Sambo

Deolipa sampaikan 6 poin soal dugaan ketidaktaatan pada hukum acara pidana yang diduga dilakukan Kabareskrim dan Dirtipidum di kasus Ferdy Sambo.