Jaksa Fedrik Adhar Diduga Terpapar Covid-19 setelah Pulang Kampung

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sentra Gakkumdu Jakarta Utara Doni Boy Faisal Panjaitan (kiri), Ketua Tim JPU Fedrik Adhar (tengah) dan Erma Octora. ANTARA/Fianda Rassat

    Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sentra Gakkumdu Jakarta Utara Doni Boy Faisal Panjaitan (kiri), Ketua Tim JPU Fedrik Adhar (tengah) dan Erma Octora. ANTARA/Fianda Rassat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung memastikan jaksa penuntut dalam kasus penyerang Novel Baswedan, Robertino Fedrik Adhar meninggal karena terpapar Covid-19. Menurut kejaksaan, Fedrik sempat pulang kampung ke Baturaja, Sumatera Selatan, sebelum masuk rumah sakit hingga akhirnya meninggal.

    "Saat Idul Adha beliau melakukan perjalanan dari Jakarta ke Baturaja," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono, di kantornya, Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2020.

    Hari mengatakan saat kembali dari kampungnya, Fedrik mengeluh sakit dan dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro selama beberapa hari. Hingga akhirnya meninggal pada Senin, 17 Agustus 2020.

    Hari mengatakan Fedrik awalnya diduga meninggal karena komplikasi penyakit gula darah. Belakangan hasil tes swab menyatakan Fedrik positif Covid-19. "Setelah perawatan maksimal, ternyata Allah berkehendak lain," kata Hari.

    Hari mengatakan untuk mengantisipasi penularan, Kejaksaan Negeri Jakarta Utara tempat Fedrik bekerja akan diliburkan selama dua hari. Pihak kejaksaan akan menyemprotkan disinfektan di sekitar gedung. Pegawai Kejari Jakarta Utara juga akan menjalani swab dan rapid tes.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.