HUT RI ke-75, Jokowi: Berjarak Fisik, Tapi Tetap Bersatu Hati

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat Sabu dari NTT saat tiba di lokasi sidang tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2020. Presiden Jokowi kerap mengenakan pakaian adat dari sejumlah daerah di Indonesia. ANTARA/Galih Pradipta

    Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat Sabu dari NTT saat tiba di lokasi sidang tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2020. Presiden Jokowi kerap mengenakan pakaian adat dari sejumlah daerah di Indonesia. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, yang hanya bisa disaksikan secara daring oleh masyarakat, tak boleh mengurangi makna HUT RI.

    "Berjarak fisik, tapi tetap bersatu hati," ujar Jokowi lewat akun instagramnya @jokowi, Senin, 17 Agustus 2020.

    Jokowi mengingatkan seluruh rakyat bahwa Indonesia adalah bangsa pejuang yang meraih kemerdekaan penuh perjuangan.

    "Sebagai bangsa besar yang lahir dari perjuangan, telah melalui ujian dan tantangan, kita percaya: di setiap kesulitan, selalu ada jalan keluar dan kemudahan. Dirgahayu Republik Indonesia," ujar Jokowi.

    Segala rintangan yang menerpa saat ini, kata Jokowi, harus menjadikan bangsa ini bangkit dan semakin kuat. "Indonesia Kita Bisa! Bangkit Kembali Maju Bersama!".

    Upacara HUT RI ke-75 di Istana Merdeka hari ini digelar terbatas. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka hanya berjumlah delapan orang, tahun sebelumnya berjumlah 68 orang. Anggota ini merupakan anggota Paskibraka tahun lalu yang dipilih kembali karena proses seleksi anggota baru yang tidak bisa dilakukan akibat pandemi Covid-19.

    Sebanyak 17.845 masyarakat yang telah mendaftar, bisa mengikuti upacara lewat konferensi video. Peringatan yang digelar secara daring ini dimaksudkan sebagai upaya mematuhi protokol kesehatan dan mengantisipasi penyebaran Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.