Skandal Djoko Tjandra, Bareskrim Buka Peluang Periksa Imigrasi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Djoko Tjandra (baju tahanan) saat akan diserahkan dari Tim Penyidik Bareskrim Mabes Polri ke Kejaksaan Agung, di Lobby Gedung Bareskrim, Jakarta Pusat, Jumat, 31 Juli 2020. Tempo/Egi Adyatama

    Djoko Tjandra (baju tahanan) saat akan diserahkan dari Tim Penyidik Bareskrim Mabes Polri ke Kejaksaan Agung, di Lobby Gedung Bareskrim, Jakarta Pusat, Jumat, 31 Juli 2020. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Reserse Kriminal Polri membuka peluang melakukan pemeriksaan terhadap pihak Direktorat Jenderal Imigrasi terkait kasus dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra.

    "Tidak menutup kemungkinan dari petugas imigrasi (diperiksa)," ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono saat dihubungi pada Ahad, 16 Agustus 2020.

    Indonesia Corruption Watch (ICW) sebelumnya meminta Bareskrim Polri untuk memeriksa Direktorat Jendral Imigrasi. ICW menilai, lembaga tersebut perlu diusut ihwal kemungkinan adanya pihak atau petinggi lembaga itu yang terlibat.

    "Kepolisian juga mesti memeriksa apakah ada oknum atau petinggi Imigrasi yang terlibat dalam pelarian Djoko Tjandra," kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana, lewat keterangan tertulis, Sabtu, 15 Agustus 2020.

    Kurnia mengatakan Imigrasi diketahui sempat menghapus nama terpidana Bank Bali ini dari sistem perlintasan Imigrasi. Karena penghapusan ini, Djoko bisa masuk ke Indonesia tanpa terdeteksi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa saja Tanda-tanda Perekonomian Indonesia di Ambang Resesi

    Perekonomian Indonesia semakin dekat dengan kondisi resesi teknikal. Kapan suatu negara dianggap masuk ke dalam kondisi resesi?