Polisi Yakin Sopir Theys Dibawa Ke Markas Kopassus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jayapura:Teka-teki keberadaan Aristoteles, sopir Theys Hiyo Elluay, hingga kini masih simpang siur. Namun, pemeriksaan penyidik Polda Papua terhadap sejumlah saksi memperlihatkan, Aris sempat dibawa kembali ke Markas Tribuana Kopassus di Hamadi setelah Theys ditemukan tewas. Aris merupakan saksi kunci kasus pembunuhan Ketua Dewan Presidium Papua tersebut. Ia pengemudi mobil yang ditumpangi Theys. Aris diyakini menyaksikan saat-saat tragis menimpa Theys sekaligus mengetahui pelakunya. “Petunjuk dan saksi melihat Aristoteles dibawa kembali ke Markas Kopassus,” ujar Wakil Kepala Polda Papua Brigjen Pol. Raziman Tarigan kepada Tempo News Room di Jayapura, Kamis (17/1). Keterangan itulah yang menambah poin keyakinan penyidik Polda Papua perihal keterlibatan anggota Kopassus dalam kasus pembunuhan Theys. Tapi, polisi terbentur kewenangan hukum untuk bertindak lebih jauh. Temuan itu, jelas Raziman, hanya terhenti pada pemeriksaan saksi-saksi sipil. “Kalau polisi punya kewenangan, pemeriksaan akan berlanjut. Tidak perlu ada tim independen lagi. Misal, kami pergi ke pelaku, lalu kami kepung dan menggeledahnya. Itu kan tidak mungkin dan tidak boleh, sebab bukan kewenangan polisi,” jelasnya. Karena itu, Polda Papua berharap besar pada penyidik Pusat Polisi Militer. Raziman menegaskan, unsur ini harus dilibatkan dalam tim independen yang akan mengusut tuntas kasus Theys. Bahkan, Wakapolda menegaskan, bila penyidik Puspom tidak dilibatkan dalam tim independen, Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus Theys tidak akan diserahkan. Sejauh ini Polda Papua menolak memberikan BAP kepada Polisi Militer Kodam XVII/Trikora. Alasannya, karena indikasi keterlibatan anggota Kopassus di Hamadi sangat kuat. Sedang prajurit korps baret merah ini berada di Papua dalam status diperbantukan di bawah komando Kodam Trikora. (Cunding Levi)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.