Tim Ungkap 3 Manfaat Relawan Ikut Uji Klinis Vaksin Covid-19

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kusnandi Rusmil. unpad.ac.id

    Kusnandi Rusmil. unpad.ac.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Tim Peneliti Uji Klinis Vaksin Covid-19 Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Kusnandi Rusmil, mengatakan sukarelawan akan mendapatkan tiga manfaat bila bergabung dalam proses uji klinis. Manfaat pertama, kata dia, peserta penelitian akan mendapatkan pemeriksaan apus tenggorokan atau tes swab gratis.

    "Sebelum penelitian dimulai, Anda akan mendapatkan pemeriksaan apus tenggorokan dan rapid test Covid-19 secara cuma-cuma," kata Kusnandi saat dikonfirmasi, Senin, 27 Juli 2020.

    Kusnandi mengatakan manfaat kedua peserta uji klinis vaksin Covid-19 ialah kemungkinan akan mendapat manfaat berupa kekebalan tubuh terhadap penyakit Covid-19. Peluang mendapat manfaat itu, kata dia, juga akan diterima oleh sukarelawan yang mendapatkan vaksin plasebo atau vaksin kosong (bohongan). Plasebo diberikan kepada sebagian pasien untuk menguji bahwa keampuhan vaksin memang benar-benar terjadi dan bukan cuma efek psikologis.

    Sukarelawan yang mendapatkan plasebo, kata dia, akan diberikan vaksin sungguhan begitu penelitian berhasil. Namun, Kusnandi mengatakan, ada pula kemungkinan tidak mendapatkan kekebalan itu sehingga harus tetap menerapkan protokol kesehatan.

    Manfaat ketiga, kata Kusnadi, kesehatan sukarelawan akan dipantau oleh petugas kesehatan secara teratur selama menjalani penelitian. Sukarelawan juga akan diberikan asuransi kesehatan.

    Masyarakat yang tertarik menjadi sukarelawan uji klinis vaksin Covid-19 dapat datang langsung ke Clinical Research Unit Departemen Ilmu Kesehatan Anak Lantai 1, RS Hasan Sadikin, Bandung. Masyarakat dapat menghubungi nomor telepon (022) 2034471 atau WhatsApp 08112214235.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Jalan Terus, Ada Usulan Perihal Pelaksanaan dalam Wabah Covid-19

    Rapat kerja antara DPR, Pemerintah, KPU, Bawaslu dan DKPP menyepakati bahwa Pilkada 2020 berlangsung 9 Desember 2020 dengan sejumlah usulan tambahan.