Berminat Ikut Uji Klinis Calon Vaksin Covid-19? Ini Syaratnya

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jennifer Haller menjadi orang pertama yang menerima dosis kandidat vaksin Covid-19. Kredit: Sky.com

    Jennifer Haller menjadi orang pertama yang menerima dosis kandidat vaksin Covid-19. Kredit: Sky.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah berencana melakukan uji coba klinis terhadap kandidat vaksin Covid-19 dari Sinovac. Dalam uji klinis itu, pemerintah berencana merekrut 1.600 relawan yang akan disuntikan virus Corona yang telah diinaktivasi.

    Dikutip dari selebaran yang diterima Tempo, ada 12 syarat yang harus dipenuhi oleh calon relawan yang tertarik mengikuti uji klinis. Selebaran itu telah dibenarkan oleh Koordinator Uji Klinis Vaksin Covid-19 Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Kusnandi Rusmil. "Iya," kata Kusnandi membenarkan selebaran itu pada Senin, 27 Juli 2020.

    Adapun 12 syarat yang harus dipenuhi ialah pertama, mereka yang berumur 18-59 tahun yang selama pandemi Covid-19 selalu menerapkan protokol kesehatan. Kedua, tidak sedang ikut uji klinis lainnya. Ketiga, tidak memiliki riwayat terinfeksi Covid-19.

    Keempat, dalam 14 hari sebelum penelitian tidak memiliki riwayat kontak dengan pasien Covid-19. Lalu tidak pernah kontak dengan pasien yang menunjukkan demam dan gangguan pernafasan serta berdomisili di daerah yang terdampak Covid-19, tidak memiliki dua atau lebih kasus demam, gejala saluran pernafasan di daerah dengan lingkup kecil, seperti rumah, kantor, sekolah atau kelas.

    Syarat kelima ialah calon relawan tidak mengalami penyakit ringan, sedang atau berat, kelainan penyakit kronis, kelainan darah, terutama penyakit infeksi dan demam. Keenam, bukan wanita hamil, menyusui atau berencana hamil selama penelitian.

    Ketujuh, tidak memiliki riwayat asma, dan alergi terhadap vaksin. Kedelapan, tidak memiliki riwayat penyakit pembekuan darah. Kesembilan, tidak punya penyakit kronis, seperti jantung, diabetes, darah tinggi yang tidak terkontrol, tumor epilepsi dan penyakit gangguan syaraf lainnya.

    Kesepuluh, tidak memiliki riwayat penyakit gangguan sistem imun dan selama 4 pekan terakhir tidak menjalani terapi yang mengganggu sistem imun.

    Sebelas, tidak menerima imunisasi apapun selama sebulan belakangan atau akan menerima vaksinasi selama sebulan ke depan. Terakhir, relawan berdomisili di Bandung, dan tidak berencana pindah selama penelitian berlangsung. Bagi yang berminat bisa menghubungi Rumah Sakit atau RS Hasan Sadikin, Bandung. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Jalan Terus, Ada Usulan Perihal Pelaksanaan dalam Wabah Covid-19

    Rapat kerja antara DPR, Pemerintah, KPU, Bawaslu dan DKPP menyepakati bahwa Pilkada 2020 berlangsung 9 Desember 2020 dengan sejumlah usulan tambahan.