TNI: 2 Warga Nduga yang Tewas Ditembak Bagian Kelompok Separatis

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu, 5 Desember 2018. Presiden Jokowi menginstruksikan kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian agar menangkap pelaku penembakan pekerja jalan Trans Papua. ANTARA/Iwan Adisaputra

    Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu, 5 Desember 2018. Presiden Jokowi menginstruksikan kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian agar menangkap pelaku penembakan pekerja jalan Trans Papua. ANTARA/Iwan Adisaputra

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Penerangan Komado Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Kolonel Gusti Nyoman Suriastawa, membenarkan TNI menembak dua warga Nduga hingga tewas pada Sabtu pekan lalu.

    Namun ia menyatakan bahwa korban adalah bagian kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) pimpinan Egianus Kogoya.

    "Korban yang tertembak tersebut merupakan anggota KKSB di wilayah Kabupaten Nduga dan bukan masyarakat sipil (masyarakat yang tidak bersalah),” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa, 21 Juli 2020.

    Nyoman menjelaskan penembakan terhadap dua warga Nduga itu terjadi Sabtu, 18 Juli 2020, sekira pukul 15.00 WIT. Peritiwa ini bermula dari pemantauan oleh Tim Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Yonif PR 330/TD terhadap dua orang kelompok Egianus Kogoya di Kenyam.

    Menurut Nyoman, pemantauan dilakukan lewat teropong senjata SPR 1 AW dan terlihat ada transaksi penyerahan senjata jenis pistol. Kedua anggota KKSB ini berdasarkan informasi yang diterima Nyoman sempat bergabung dengan masyarakat yang akan menyeberang sungai dari arah Tawelma menuju ke arah Quari atas kampung Genit. 

    “Setelah menyeberangi sungai masyarakat langsung dijemput oleh mobil pick up menuju Kenyam, tetapi kedua orang KKSB tersebut tidak ikut naik mobil pick up”, ucap Nyoman.

    Tim, kata Nyoman, terus memantau pergerakan keduanya hingga dilakukan penembakan. “Barang bukti yang diamankan dari keduanya yakni pistol jenis Revolver nomor senjata S 896209 satu pucuk, handphone milik prajurit yang sempat dirampas pelaku sebulan yang lalu, tas dua buah, parang, kampak dan uang tunai Rp 9.520.000," tuturnya.

    Nyoman berujar perwakilan Satgas Yonif PR 330, perwakilan kodim, dan polsek Kenyam telah melakukan pertemuan dengan Bupati Nduga yang mewakili keluarga korban pada Ahad, 19 Juli 2020. Pertemuan ini, kata dia, bertujuan untuk meluruskan berita yang tersebar di masyarakat.

    “Di mana sebelumnya telah beredar berita dari media online maupun media sosial yang menyebutkan bahwa TNI telah menembak dua warga sipil di wilayah Kabupaten Nduga,”ucap Nyoman.

    Setelah menerima hasil pembuktian dan penjelasan dari perwakilan Satgas Yonif PR 330 mengenai korban penembakan yang merupakan bagian dari kelompok KKSB, ucap Nyoman, Bupati Nduga mengatakan bakal menjelaskan kepada masyarakat informasi yang sebenarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.