Klaster TNI AD di Manokwari, Asal Mula Penularan Virus Ditelusuri

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebanyak 450 tentara Batalyon Infanteri Raider/300 Brajawijaya Cianjur dilepaskan dalam tugas operasi pengamanan perbatasan darat Rebuplik Indonesia-Papua Nugini, Kamis, 18 Juli 2019. TEMPO/Deden Abdul Aziz

    Sebanyak 450 tentara Batalyon Infanteri Raider/300 Brajawijaya Cianjur dilepaskan dalam tugas operasi pengamanan perbatasan darat Rebuplik Indonesia-Papua Nugini, Kamis, 18 Juli 2019. TEMPO/Deden Abdul Aziz

    TEMPO.CO, Manokwari - Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Papua Barat tengah menelusuri penularan virus dari klaster pasukan Bawah Kendali Operasi (BKO) TNI Angkatan Darat di Manokwari. Sebanyak 36 dari anggota TNI AD tersebut diketahui positif terinfeksi Covid-19.

    Juru Bicara Pemerintah Provinsi Papua Barat pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Arnoldus Tiniap di Manokwari mengatakan bahwa pihaknya sudah melacak kontak dan mengambil sampel usap dari seluruh personil BKO tersebut. "Termasuk warga yang tinggal di sekitar Gedung Balai Diklat Pemprov Papua Barat di Anday, Distrik Manokwari Selatan. Dari warga sudah sekitar 20 orang yang kita lakukan tes usap tadi pagi," kata dia, Senin, 20 Juli 2020.
    Sebanyak 36 anggota itu merupakan bagian dari 411 pasukan BKO yang dikirim ke Papua Barat untuk mempercepat pembentukan Kodim dan Koramil di sejumlah daerah. Sebelum diberangkatkan ke daerah-daerah di Papua Barat mereka menjalani pembekalan selama 14 hari di Badai Diklat Provinsi Papua Barat di Manokwari.

    Dari informasi warga, kata Arnoldus, anggota TNI yang didatangkan dari sejumlah Kodam di Indonesia ini cukup komunikatif. Di sela waktu kegiatan pembekalan, mereka bersilaturahmi ke rumah warga di sekitar Gedung Balai Diklat.

    "Untuk mengantisipasi penularan di kalangan warga maka kita juga berusaha bergerak cepat melakukan penulusuran, termasuk kemungkinan kontak dengan personil Kodam XVIII/Kasuari," kata Arnold.

    Sebenarnya, menurut Arnold, para anggota BKO itu telah menjalani tes PCR sebelum diberangkatkan dan tiba di Manokwari pada 28 Juni lalu. Karena itu, pihaknya belum mengetahui pasti asal muasal virus yang menjangkiti 36 personil TNI itu.

    "Kalau kita lihat dari hasil tes PCR di RSU Provinsi kemungkinan sebagian besar mereka ini tertular di Manokwari. Bisa jadi ada yang sudah terpapar sebelumnya, lalu saat berada di Gedung Diklat menular kepada yang lain," kata Arnold.

    Adapun saat ini, para personil yang terinfeksi itu tengah menjalani isolasi di RSU Provinsi Papua Barat di Manokwari.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Jalan Terus, Ada Usulan Perihal Pelaksanaan dalam Wabah Covid-19

    Rapat kerja antara DPR, Pemerintah, KPU, Bawaslu dan DKPP menyepakati bahwa Pilkada 2020 berlangsung 9 Desember 2020 dengan sejumlah usulan tambahan.