Partai-partai Dukung Gibran Jokowi, Bagaimana PKS?

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa saat di Kantor DPD PDIP Jateng, Panti Marhaen Kota Semarang, pada Jumat, 17 Juli 2020. Sebelum menjadi anggota DPRD Solo, Teguh Prakosa merupakan seorang guru olahraga di SMK Bhineka Karya Solo tahun 1986 hingga 2009. TEMPO/Jamal A. Nashr

    Pasangan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa saat di Kantor DPD PDIP Jateng, Panti Marhaen Kota Semarang, pada Jumat, 17 Juli 2020. Sebelum menjadi anggota DPRD Solo, Teguh Prakosa merupakan seorang guru olahraga di SMK Bhineka Karya Solo tahun 1986 hingga 2009. TEMPO/Jamal A. Nashr

    TEMPO.CO, JakartaGibran Jokowi berpotensi menjadi calon tunggal di Pilkada Solo 2020. Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu mengantongi dukungan dari mayoritas partai yang memiliki kursi di DPRD Solo.

    Hanya Partai Keadilan Sejahtera yang belum menentukan sikap mencalonkan Gibran. Ketua Badan Pemenangan Pemilu PKS Chairul Anwar tak banyak berkomentar.

    "Sama kawan-kawan wilayah saja," kata Chairul melalui pesan singkat, Sabtu, 18 Juli 2020.

    Ketua PKS Surakarta Abdul Ghofar Ismail mengatakan partainya masih berusaha berkomunikasi dengan partai lain di luar PDI Perjuangan untuk mengusung pasangan calon dalam pemilihan.

    Namun, Abdul Ghofar mengakui partainya sulit membangun koalisi di Surakarta karena sebagian besar partai sudah mendukung Gibran. "Kami ingin jangan sampai ada kotak kosong," kata Abdul Ghofar dikutip dari Koran Tempo edisi Sabtu, 18 Juli 2020.

    PKS memiliki lima kursi di DPRD Surakarta. Adapun syarat minimal mengusung pasangan calon kepala daerah-wakil kepala daerah ialah sembilan kursi.

    Selain PDI Perjuangan yang menguasai 30 dari 45 kursi, Partai Golkar, Gerindra, Partai Amanat Nasional yang masing-masing memiliki tiga kursi juga sudah mendukung Gibran. Begitu juga PSI yang memiliki satu kursi.

    Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno mengatakan alasan partainya mendukung Gibran adalah "Jokowi effect" yang masih besar di Surakarta. "Itu kampungnya Pak Jokowi. Ia jadi wali kota dan berhasil di sana," kata Eddy.

    Tanpa koalisi, PKS tak akan bisa mengusung pasangan calon menjadi penantang Gibran. Satu-satunya potensi lawan Gibran ialah pasangan calon independen Bagyo Wahyono-FX Sutardjo yang saat ini masih mengikuti proses verifikasi dukungan. Mereka telah mengumpulkan 28 ribu surat dukungan.

    Tersisa sekitar tujuh ribu dukungan lagi untuk memastikan pasangan ini dapat lolos sebagai pasangan calon lewat jalur perseorangan. Mereka punya waktu hingga 27 Juli untuk melengkapi kekurangan tersebut.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | KORAN TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Memiliki Tas Mewah

    Memilik tas mewah merupakan impian sebagian orang. Namun ada hal yang harus anda perhatikan ketika memiliki dan merawat tas mahal tersebut.