Kota Sorong Dilanda Banjir dan Longsor, 4 Orang Tewas

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga masyarakat dan kendaraannya saat terjebak banjir di KM 9 Kota Sorong. ANTARA Papua Barat / Ernes Kakisina

    Warga masyarakat dan kendaraannya saat terjebak banjir di KM 9 Kota Sorong. ANTARA Papua Barat / Ernes Kakisina

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong, Provinsi Papua Barat menyatakan bahwa korban meninggal dunia akibat longsor dan banjir di daerah ini pada Kamis, bertambah satu orang menjadi empat orang.

    Kepala BPBD Kota Sorong Herlin Sasabone saat dikonfirmasi di Sorong, Kamis malam, membenarkan bahwa dari laporan yang diterima korban jiwa akibat banjir dan longsor bertambah satu orang menjadi empat orang.

    Dia mengatakan, laporan yang diterima dari tim lapangan bahwa korban yang pertama dilaporkan meninggal dunia ada tiga orang, yakni Afandi Hataul dan Faris akibat longsor serta Isak Ananias akibat terkena sengatan listrik sekitar pukul 21.00 WIT.

    Ia menjelaskan bahwa satu orang bernama Jafar Kalbarin dilaporkan meninggal dunia tertimbun longsor sekitar pukul 22.00 WIT, sehingga jumlah korban meninggal menjadi empat orang.

    Menurut dia, empat korban meninggal dunia akibat longsor dan banjir semuanya berlokasi di Klademak II dan Klademak III Kota Sorong. "Korban luka-luka baru terdata tiga orang. BPBD Kota Sorong masih menunggu data korban luka-luka lainnya dan jumlah rumah yang terendam banjir serta tertimbun longsor," ujarnya lagi.

    Ratusan warga bersama kendaraan mereka terjebak banjir di kawasan kilometer 9 Kota Sorong hingga kawasan Rawa Indah Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, Jumat dini hari. Warga tidak dapat melintasi kawasan kilometer 9 hingga kawasan Rawa Indah karena arus banjir begitu deras dengan ketinggian kurang lebih setinggi posisi knalpot kendaraan bermotor

    Pantauan di kilometer 9 hingga kawasan Rawa Indah terjadi antrean kendaraan roda dua maupun roda empat panjang. Bahkan ada pula warga yang nekat mendorong motornya di tengah banjir. Ada pula sebagian warga yang memilih berbalik arah mencari keluarganya yang terdekat dan bebas banjir untuk menumpang beristirahat sambil menunggu banjir surut.

    Irdaya warga kilometer 10 yang terjebak banjir dari arah kota menuju rumahnya memiliki berbalik arah dan mencari keluarganya di kawasan pusat kota untuk menumpang beristirahat.

    "Saya sudah coba lewat mas dengan motor namun arus air sangat kencang tidak bisa lewat sehingga saya memilih kembali dan mencari keluarga terdekat untuk beristirahat sambil menunggu banjir surut," ujarnya.

    Boby seorang warga kawasan Rawa Indah, Kota Sorong mengatakan bahwa setiap tahun jika terjadi hujan lebat pasti kawasan tersebut terendam air. Namun banjir malam ini sangat besar dan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa saja Tanda-tanda Perekonomian Indonesia di Ambang Resesi

    Perekonomian Indonesia semakin dekat dengan kondisi resesi teknikal. Kapan suatu negara dianggap masuk ke dalam kondisi resesi?