Impor Covid-19, Epidemiolog: Pengawasan di Pintu Masuk Diperketat

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa kesehatan calon penumpang sebelum pemberangkatan di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat, 15 Mei 2020. Sebanyak 1486 penumpang berizin dengan 23 penerbangan diterbangkan dari Bandara Soekarno Hatta dengan dokumen syarat terbang dan surat keterangan bebas COVID-19. ANTARA

    Petugas memeriksa kesehatan calon penumpang sebelum pemberangkatan di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat, 15 Mei 2020. Sebanyak 1486 penumpang berizin dengan 23 penerbangan diterbangkan dari Bandara Soekarno Hatta dengan dokumen syarat terbang dan surat keterangan bebas COVID-19. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Epidemiolog LaporCovid-19, Iqbal Elyazar, mempertanyakan pelaksanaan surveilans migrasi di pintu masuk wilayah Indonesia. Hal tersebut sehubungan dengan pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi tentang lonjakan kasus Covid-19 yang berasal dari luar negeri atau imported case.

    “Sekarang kita tidak begitu jelas data ketaatan pelaksanaan surveilans migrasi oleh aparat di pintu-pintu masuk,” kata Iqbal kepada Tempo, Selasa, 14 Juli 2020.

    Iqbal menduga, lonjakan kasus impor yang dimaksud Jokowi adalah 51 WNI positif Covid-19 yang terlacak di Bandara Soekarno Hatta beberapa waktu lalu.

    Menurut Iqbal, perlu dicari tahu data lonjakan kasus impor ini. “Apakah pola ini juga terjadi di pintu masuk lainnya, misalkan Denpasar, Surabaya, Batam, dan lain-lain,” katanya. “Apakah pintu masuk yang lain juga menerapkan prosedur yang ketat?”

    Berkaca dari kondisi tersebut, Iqbal menilai pemerintah tidak bisa lagi mengandalkan pemeriksaan suhu tubuh untuk mendeteksi Covid-19. Ia berpendapat, tes swab massal di pintu masuk menjadi strategi terbaik.

    “Indikasi suhu tubuh tidak lagi bisa diandalkan karena bisa saja penumpang minum obat penurun demam ketika bepergian,” kata dia.

    Di Australia, kata Iqbal, warga yang masuk ke wilayah tersebut juga menjalani tes swab. Sambil menunggu hasil tes, mereka akan diminta menjalani karantina di hotel dengan biaya sendiri. Bisa juga masuk ke fasilitas karantina yang disubsidi pemerintah. “Mereka di sana tunggu sampai hasil tesnya keluar.”

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penjelasan Bamsoet Terkait Aturan Kepemilikan Senjata Api 9mm

    Bamsoet meluruskan pernyataan terkait usul agar Polri memperbolehkan masyarakat memiliki senjata api 9mm untuk membela diri. Mengacu pada aturan.