Tujuh Pegawai KPK Terinfeksi Selama Pandemi Covid-19

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegawai KPK melakukan rapid test COVID-19 di Gedung KPK, Jakarta, Kamis 4 Juni 2020. Rapid test yang diikuti sekitar 2000 pegawai KPK tersebut sebagai pencegahan penyebaran COVID-19 menjelang  diberlakukannya tatanan normal baru. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Pegawai KPK melakukan rapid test COVID-19 di Gedung KPK, Jakarta, Kamis 4 Juni 2020. Rapid test yang diikuti sekitar 2000 pegawai KPK tersebut sebagai pencegahan penyebaran COVID-19 menjelang diberlakukannya tatanan normal baru. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan ada tujuh pegawainya yang terinfeksi Covid-19 dalam rentang waktu Mei hingga Juli 2020. Lima di antaranya sudah sembuh dan dua masih dirawat.

    "Respon dan penanganan tanggap telah dilakukan, sehingga Alhamdulillah lima di antaranya sudah sembuh dalam rentang waktu Mei-Juni 2020," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Senin, 13 Juli 2020.

    Ali mengatakan satu orang pegawai masih dirawat di rumah sakit dalam keadaan yang baik. Pegawai itu tengah menunggu hasil tes lanjutan untuk memastikan sudah negatif Covid-19 dan diperbolehkan pulang.

    Satu pegawai lainnya melakukan isolasi mandiri di kediamannya dengan pengawasan dari petugas kesehatan.

    Ali menuturkan KPK telah melakukan pelacakan dengan siapa saja para pegawai itu pernah melakukan kontak. Sebagai langkah pencegahan lanjutan, KPK akan mengatur ulang kapasitas lift dan mengaktifkan tangga darurat untuk mengurangi kepadatan lift.

    Selain itu, kata Ali, KPK membuat saluran komunikasi siaga yang dikelola oleh Poliklinik KPK untuk melayani pegawai. Penyemprotan disinfektan secara berkala juga terus dilakukan di Gedung Merah Putih dan Gedung Pusat Pendidikan Antikorupsi. KPK juga akan melaksanakan rapid test dalam waktu dekat.

    "Biro Umum KPK juga mengingatkan kembali kepada seluruh pegawai KPK untuk memperhatikan dan melaksanakan protokol kesehatan," kata Ali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penjelasan Bamsoet Terkait Aturan Kepemilikan Senjata Api 9mm

    Bamsoet meluruskan pernyataan terkait usul agar Polri memperbolehkan masyarakat memiliki senjata api 9mm untuk membela diri. Mengacu pada aturan.