Rekor Covid-19 2 Juli, Kasus Positif Bertambah 1.624 Orang

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang menggunakan masker dan pelindung wajah di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Selasa, 30 Juni 2020. Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin mengatakan penutupan di Pasar Tanah Abang akan dilakukan sesuai zona ditemukannya kasus Covid-19. Langkah ini diambil guna meminimalisir kontraksi ekonomi di masa pandemi. Sebelumnya dari hasil tes usap yang dilakukan oleh Puskesmas Tanah Abang diketahui sebanyak 2 orang terkonfirmasi positif di Blok A Pasar Tanah Abang. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Pedagang menggunakan masker dan pelindung wajah di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Selasa, 30 Juni 2020. Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin mengatakan penutupan di Pasar Tanah Abang akan dilakukan sesuai zona ditemukannya kasus Covid-19. Langkah ini diambil guna meminimalisir kontraksi ekonomi di masa pandemi. Sebelumnya dari hasil tes usap yang dilakukan oleh Puskesmas Tanah Abang diketahui sebanyak 2 orang terkonfirmasi positif di Blok A Pasar Tanah Abang. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, melaporkan penambahan kasus baru pasien positif Covid-19 sebesar 1.624 orang pada Kamis, 2 Juli 2020.

    “Sehingga total menjadi 59.394 kasus,” kata Yurianto dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui akun Youtube BNPB, Kamis, 2 Juli 2020.

    Kemudian, terdapat 1.072 orang pasien sudah sembuh, sehingga total menjadi 26.667 kasus. Terdapat 53 kasus pasien yang meninggal dari konfirmasi Covid-19 positif sehingga menjadi 2.987 orang.

    Sementara jumlah orang yang masih dipantau atau ODP sebanyak 40.778, dan 13.359 orang merupakan pasien dalam pengawasan (PDP).

    ADVERTISEMENT

    Yurianto pun meminta masyarakat mulai membudayakan cara hidup baru, dengan melakukan pola hidup bersih dan sehat. Misalnya, rajin mencuci tangan, menggunakan masker, menghindari kerumunan, dan menjaga jarak. “Ini penting karena sampai saat ini belum ditemukan vaksinnya,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Warga Tak Punya NIK Bisa Divaksinasi, Simak Caranya

    Demi mencapai target tinggi untuk vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan memutuskan warga yang tak punya NIK tetap dapat divaksin. Ini caranya...