Diberi Rapor Merah, KPK Ungkap Data Kinerja Era Firli Bahuri

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK, Firli Bahuri didampingi juru bicara KPK, Ali Fikri (kanan) memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 17 Januari 2020. Sepuluh tersangka baru tersebut adalah: Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pekerjaan Umum, M Nasir, pejabat pelaksana teknis kegiatan Tirtha Adhi Kazmi, dan delapan kontraktor Handoko Setiono, Melia Boentaran, I Ketut Surbawa, Petrus Edy Susanto, Didiet Hadianto, Firjan Taufa, Viktor Sitorus dan Suryadi Halim. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua KPK, Firli Bahuri didampingi juru bicara KPK, Ali Fikri (kanan) memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 17 Januari 2020. Sepuluh tersangka baru tersebut adalah: Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pekerjaan Umum, M Nasir, pejabat pelaksana teknis kegiatan Tirtha Adhi Kazmi, dan delapan kontraktor Handoko Setiono, Melia Boentaran, I Ketut Surbawa, Petrus Edy Susanto, Didiet Hadianto, Firjan Taufa, Viktor Sitorus dan Suryadi Halim. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) merespons rapor merah dari ICW dan TII (Indonesia Corruption Watch dan Transparency International Indonesia).

    ICW dan TII menilai kinerja KPK di era ketua KPK Firli Bahuri selama 6 bulan belakangan kurang baik.

    KPK menyatakan menghargai evaluasi itu sebagai bentuk kritik. Namun, KPK juga memberikan data mengenai kinerja mereka di tiga bidang, yakni penindakan, pencegahan dan koordinasi.

    "Selama semester I tahun 2020 ini telah dilakukan penahanan terhadap 27 orang tersangka," ujar Pelaksana tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat keterangan tertulis hari ini, Kamis, 25 Juni 2020.

    ADVERTISEMENT

    Ali mengungkapkan di bidang penindakan KPK telah menerbitkan 30 surat perintah penyidikan dengan total 36 tersangka. Di antaranya kasus Komisioner Komisi Pemilihan Umum wahyu Setiawan, OTT di Sidoarjo, pengembangan suap ke Anggota DPRD Sumut, pengembangan kasus suap ke Anggota DPRD Muara Enim, serta kasus di PT Dirgantara Indonesia.

    Menurut dia, KPK juga mengusut kasus dengan kerugian negara hingga ratusan miliar rupiah, seperti kasus Bengkalis dengan nilai proyek Rp2,5 triliun dengan kerugian negara Rp 475 miliar.

    Total duit negara yang dikembalikan dari sejumlah kasus sebesar Rp 63 miliar. Ali menyebut KPK juga berhasil menangkap mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi.

    Pada bidang pencegahan, Ali mengatakan, KPK melakukan banyak pemantauan dan kajian, di antaranya dana penanganan pandemi Covid-19, BPJS Kesehatan, dan Program Kartu Prakerja.

    ICW dan TII memaparkan hasil evaluasi terhadap kinerja KPK selama 6 bulan kepemimpinan Firli.

    Menurut kedua lembaga itu, ada 22 catatan buruk di bidang penindakan, pencegahan, serta koordinasi dan supervisi. Mereka lantas memberikan rapor merah.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.