ICW Ragu Dewas KPK Mampu Bereskan Isu Helikopter Firli

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Firli Bahuri (tengah) menyapa wartawan usai melakukan rapid test COVID-19 di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2020. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Ketua KPK Firli Bahuri (tengah) menyapa wartawan usai melakukan rapid test COVID-19 di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2020. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Indonesia Corruption Watch Kurnia Ramadhana meragukan kemampuan Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi dalam menindaklanjuti pelanggaran kode etik yang dilakukan Ketua KPK Firli Bahuri.

    “Alih-alih kami yakin Dewas akan memproses laporan Firli, problematika lama buktinya tidak dikerjakan,” kata Kurnia dalam Seminar Nasional Peluncuran Hasil Pemantauan Kinerja KPK Semester I secara daring pada Kamis, 25 Juni 2020.

    Kurnia menyampaikan keraguan ini sebagai bagian dari evaluasi kinerja KPK dalam sisi penindakan.

    Ia menyebutkan beberapa kasus lama KPK, seperti pengembalian paksa penyidik ke instansi bersangkutan, juga Nurul Gufron yang berlaku khusus pada Nurhadi, sebagai bukti masalah-masalah KPK yang tidak dibereskan Dewas. 

    ADVERTISEMENT

    Kurnia juga menilai upaya Dewas mengevaluasi KPK sejauh ini sebagai ambigu. Ia mencontohkan 18 poin evaluasi KPK keluaran Dewas sebagai tindakan yang berniat menunjukkan sekaligus menutupi, karena isinya yang tidak detail dan spesifik, hanya menyebutkan data angka saja.

    "Saya tidak yakin Dewas berani menindak problem kode etik internal ini,” ujar Kurnia.

    WINTANG WARASTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.