Sulawesi Selatan Buka Tempat Wisata, kecuali Kota-kota Ini

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Anjungan Pantai Losari yang telah ditutup untuk umum di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat 17 April 2020. Keefektifan dari pemberlakuan PSBB mulai tampak di beberapa kota. Sejumlah lokasi pusat keramaian di berbagai kota yang pada kondisi normal banyak dikunjungi warga dan wisatawan kini mulai terlihat sepi. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe.

    Suasana Anjungan Pantai Losari yang telah ditutup untuk umum di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat 17 April 2020. Keefektifan dari pemberlakuan PSBB mulai tampak di beberapa kota. Sejumlah lokasi pusat keramaian di berbagai kota yang pada kondisi normal banyak dikunjungi warga dan wisatawan kini mulai terlihat sepi. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe.

    TEMPO.CO, Makassar- Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sulawesi Selatan membolehkan tempat wisata dibuka, kecuali Kota Makassar dan Luwu Timur. "Di luar Makassar dan Luwu Timur seyogyanya sudah bisa dibuka oleh karena kasus baru sebagian besar, 70-80 persen di Makassar, kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sulawesi Selatan, Profesor Syafri Kamsul Arif melalui pesan WhatsApp, Rabu, 24 Juni 2020.

    Penduduk Makassar diminta sebisa mungkin tidak keluar rumah jika tidak perlu. Data Gugus Tugas per hari ini, jumlah kasus Covid-19 di Sulawesi Selatan adalah 4.062 orang. Pasien sembuh sebanyak 1.363 orang dan pasien meninggal 146 orang.

    Dari jumlah itu, pasien paling banyak berada di Makassar yakni 1.401 orang, disusul Kabupaten Luwu Timur sebanyak 292 orang.

    Menurut Syafri, pembukaan tempat wisata ini disertai dengan protokol kesehatan. "Jadi kabupaten/kota yang angka Covid-nya sudah zero dengan mengedepankan protokol kesehatan, tidak ada alasan untuk tidak dibuka."

    ADVERTISEMENT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.