Polri Sebut Ada Kenaikan Kriminalitas di Masa PSBB Transisi

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono (kiri) memperlihatkan dua tersangka RR (kedua kanan) dan EA (kedua kiri) dalam rilis penangkapan sindikat penyelundup sabu di Pelabuhan Merak, Banten, Rabu, 20 Mei 2020. ANTARA/Asep Fathulrahman

    Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono (kiri) memperlihatkan dua tersangka RR (kedua kanan) dan EA (kedua kiri) dalam rilis penangkapan sindikat penyelundup sabu di Pelabuhan Merak, Banten, Rabu, 20 Mei 2020. ANTARA/Asep Fathulrahman

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian RI mencatat angka kriminalitas pada minggu ke-24 naik sebesar 38,45 persen dari minggu ke-23. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigadir Jenderal Awi Setiyono, mengklaim masa PSBB transisi menuju kenormalan baru (new normal) menjadi salah satu faktor naiknya angka kriminalitas.

    "Salah satu faktor penyebab terjadinya kenaikan pada grafik angka kejahatan dimungkinkan karena pada masa transisi menuju new normal, aktivitas masyarakat menjadi meningkat. Seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, para pelaku kejahatan juga memanfaatkan situasi tersebut untuk melakukan aksinya," ujar Awi dalam konferensi pers daring pada Selasa, 16 Juni 2020.

    Berdasarkan catatan Polri, kasus pencurian dengan pemberatan naik sebanyak 282 kasus atau 68.61 persen, dari 411 kasus di minggu ke-23 menjadi 693 kasus di minggu ke-24.

    Lalu, kasus penggelapan naik sebanyak 126 kasus atau 42,71 persen, dari 295 kasus di minggu ke-23 menjadi 421 kasus di minggu ke-24. Selanjutnya, kasus pencurian kendaraan roda dua naik sebanyak 112 kasus atau 98,25 persen dari 114 kasus di minggu ke-23 menjadi 226 kasus di minggu ke-24.

    Baca juga : Jawab Tudingan Buzzer, Bintang Emon Buktikan Negatif Narkoba

    Disusul kasus narkotika yang tercatat ada 94 kasus baru atau naik 14,48 persen, dari 649 kasus di minggu ke-23 menjadi 743 di minggu ke-24. Terakhir untuk kasus perjudian, juga naik sebanyak 52 kasus atau 100 persen, dari 52 kasus di minggu ke-23 menjadi 104 kasus di minggu ke-24.

    Kendati demikian, Polri mengklaim bahwa situasi secara umum tetap aman dan kondusif. "Meskipun terjadi kenaikan angka kejahatan namun secara umum situasi kamtibmas masih dalam keadaan aman dan kondusif," kata Awi.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BUMN Bio Farma Produksi Vaksin Virus Corona 2021, Ada Syaratnya

    Bio Farma memerlukan akan produksi vaksin virus corona awal 2021 bila semua syarat terpenuhi. BUMN itu bekerja sama dengan Sinovac Biotech Ltd.