Begini Kronologi Dugaan Peretasan Instagram YLBHI

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Akun Instagram Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), @yayasanlbhindonesia, diduga diretas dan diambil alih pihak lain. Tiga pengurus YLBHI, yakni Arif Yogiawan, Asfinawati, dan Muhammad Isnur membenarkan kabar tersebut. "Sekarang sedang tahap pemulihan," kata Isnur ketika dihubungi pada Senin, 15 Juni 2020.

    Isnur mengatakan YLBHI sudah memperkirakan adanya ancaman ini. Ahad kemarin, 14 Juni 2020, YLBHI menggelar diskusi bertajuk 'Tanda-tanda Otoritarianisme Pemerintah'. Ada pun kronologi dugaan peretasan tersebut, yaitu sebagai berikut:

    Pertama, terjadi gagal login dengan notifikasi kesalahan password saat hendak melakukan login akun instagram melalui browser desktop pada Senin siang pukul 13.00 WIB. Namun saat itu, akun IG yang tertaut di smartphone masih bisa diakses.

    Selanjutnya, admin mencoba melakukan upaya pemulihan melalui email. Namun, alamat email yang ditautkan untuk verifikasi sudah berganti dari alamat yang seharusnya menjadi ****@yahoo.co.id. Nomor ponsel yang ditautkan pada akun untuk verifikasi juga hilang atau berganti.

    Saat admin berusaha mengganti password melalui smartphone yang masih tertaut, terjadi kegagalan yang berujung pada log out akun di smartphone. Selanjutnya, admin mencoba melakukan login melalui akun Facebook yang tertaut dengan akun instagram. Admin pun berhasil masuk dan langsung mengganti password dan langkah keamanan.

    Meski demikian, admin masih mendapat notifikasi dari instagram via WhatsApp bahwa ada percobaan login yang gagal sekitar pukul 14.48 WIB. Hingga Senin malam, masih ada 4 peringatan percobaan login gagal yang disampaikan IG melalui email dan WhatsApp.

    FAJAR PEBRIANTO | BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.