Pramono Edhie Wibowo Dimakamkan di TMP Kalibata Siang Ini

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pramono Edhie Wibowo:

    Pramono Edhie Wibowo:

    TEMPO.CO, Jakarta - Almarhum mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Pramono Edhie Wibowo akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta. Rencananya Pramono akan dimakamkan pada pukul 14.00 WIB nanti.

    "Taman Makam Pahlawan, jam 14," kata politikus Partai Demokrat Rachland Nashidik saat dihubungi, Ahad 14 Juni 2020.

    Pramono Edhie Wibowo meninggal pada Sabtu, 13 Juni 2020. Ia meninggal akibat serangan jantung pukul 19.43 WIB di usia 65 tahun. Pramono disemayamkan di Komplek Puri Cikeas Indah, Bogor.

    Semasa hidup, Pramono Edhie berkarier sebagai prajurit TNI. Ia mengikuti jejak ayahnya, Sarwo Edhie Wibowo, yang dikenal karena operasi penumpasan pemberontakan Gerakan 30 September 1965.

    Pramono Edhie lulus Akademi Militer pada 1980. Selama menjadi prajurit TNI, dia memiliki pengalaman panjang bertugas di satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Ia pernah menjadi Komandan Pleton Grup I Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha), nama lama Kopassus, pada 1980. Ia pernah pula menduduki jabatan sebagai komandan grup I Kopassus pada 1998.

    Di era reformasi, Pramono Edhi pernah menjadi ajudan Presiden Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri. Setelahnya, karier Edhi makin moncer dan menduduki jabatan strategis di lingkungan TNI AD seperti Panglima Komandan Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi, Komandan Jenderal Kopassus, dan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

    Puncak karier milier Pramono Edhie adalah menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). Dia diangkat menjadi KSAD oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2011.

    Pramono Edhi Wibowo pensiun dari TNI pada Mei 2013. Setelah itu ia aktif di Partai Demokrat, partai besutan SBY. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Badan Pembinaan Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (BPOKK) DPP Partai Demokrat.

    FIKRI ARIGI | AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.