Cerita Dokter di Wisma Atlet: Menahan Rindu dan Salat Pakai APD

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga medis di Laboratrium tes Polymerase Chain Reaction (PCR) di Tower 4 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Jumat 15 Mei 2020. Dokter dan tenaga medis harus dipastikan keamanan APD, mulai dari memakai hingga melepas melalui prosedur yang ketat untuk menghindari tertular virus Covid-19, selain itu petugas medis juga memerlukan usaha yang besar karena harus menahan panas hingga buang air kecil selama kurang lebih 8 jam lamanya. TEMPO/Nurdiansah

    Tenaga medis di Laboratrium tes Polymerase Chain Reaction (PCR) di Tower 4 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Jumat 15 Mei 2020. Dokter dan tenaga medis harus dipastikan keamanan APD, mulai dari memakai hingga melepas melalui prosedur yang ketat untuk menghindari tertular virus Covid-19, selain itu petugas medis juga memerlukan usaha yang besar karena harus menahan panas hingga buang air kecil selama kurang lebih 8 jam lamanya. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Harapan Erizal Azmi untuk berkumpul bersama keluarga kecilnya di Pekanbaru, Riau, pada saat Idul Fitri 2020 pupus. Saat wabah virus Corona jenis baru menyerang Indonesia, Erizal yang bertugas sebagai dokter di Pusat Kesehatan Angkatan Darat (Puskesad), dipindahtugaskan ke Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.

    Bertugas sejak hari pertama rumah sakit khusus Covid-19 itu diresmikan pada 22 Maret 2020, pria berusia 24 tahun tersebut harus menjalankan tugasnya hingga saat ini.

    Selama 3 bulan tersebut, perwira di Puskesad itu harus merawat pasien dalam pengawasan (PDP) hingga yang positif. Jumlahnya bisa mencapai lebih dari 500 orang.

    Bersama dokter dari TNI lainnya, ia bergiliran menjaga ruang rawat inap, high care unit (HCU), hingga di instalasi gawat darurat (IGD). Di hari lebaran ini, Erizal mendapat tugas di IGD.

    "Memang hari ini spesial nampaknya. Nikmat yang Allah berikan saya harus bertugas dan diamanahkan menangani pasien, malyani masyarakat kita yang butuh. Kita jalani dengan ikhlas saja dan berikan yang terbaik, itu sudah kebahagian juga buat saya," ujar Erizal.

    Selama bertugas di Wisma Atlet, protokol kesehatan ketat diterapkan bagi para dokter. Prosedur alat pelindung diri yang digunakan, kata Erizal, membutuhkan waktu hingga 30 menit untuk dikenakan. Selain itu, para dokter tinggal di salah satu tower steril di sana yang telah disiapkan. Selama 3 bulan Erizal tak pernah keluar dari komplek Wisma Atlet.

    Di lebaran ini, ia bertugas sejak pukul 05.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Artinya, Erizal harus bekerja di saat Ibadah Salat Ied dilaksanakan. Di Wisma Atlet, tak ada Salat Ied berjamaah yang dilaksanakan. Baik pasien maupun petugas medis, melaksanakan salat sendiri-sendiri demi mencegah penularan.

    Pun halnya dengan Erizal. Di tengah tugas jaganya, ia menyempatkan diri untuk melaksanakan ibadah satu tahun sekali tersebut. "Tadi ada waktu sekitar 3 menitan untuk salat. Kan salat sunnah, bisa sebentar saja. Ya tapi dengan keadaan yang ada, masih pakai APD," kata Erizal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan

    Komisi Pemilihan Umum siap menggelar Pemilihan Kepada Daerah Serentak di 9 Desember 2020. KPU prioritaskan keselamatan masyarakat dalam Pilkada 2020.