Menteri Muhadjir Minta Harga Alat Swab Test Seragam dan Murah

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengikuti test swab Covid-19 pada acara Program BNI Berbagi Swab Test gratis di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2020. Program ini diawali dengan tes yang dilakukan atas 800 peserta di area Parkir Selatan Gelora Bung Karno, Jakarta. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Warga mengikuti test swab Covid-19 pada acara Program BNI Berbagi Swab Test gratis di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2020. Program ini diawali dengan tes yang dilakukan atas 800 peserta di area Parkir Selatan Gelora Bung Karno, Jakarta. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta agar harga dari alat swab test untuk uji spesimen virus Corona perlu seragam dan harus murah. Ia meminta Kementerian Perdagangan agar bisa membuat regulasi terkait hal tersebut.

    "Jadi tidak boleh ada persaingan terbuka. Karena ini adalah kita perang lawan Covid dan jangan ada orang yang mengambil untung terlalu banyak," ujar Muhadjir dalam keterangan tertulis, Sabtu, 6 Juni 2020, usai rapat koordinasi bersama Gugus Tugas dan kementerian/lembaga.

    Ia mengatakan proses tracking perlu diperbanyak. Hal tersebut perlu dilakukan agar kasus Covid-19 bisa lebih terdeteksi dan penyebarannya. Hal ini senada dengan permintaan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas sebelumnya.

    Muhadjir juga meminta agar tim peneliti vaksin Covid-19 yang dibidangi oleh Kemenristek/BRIN terus dimotivasi dan didukung proses kerjanya agar bisa menghasilkan vaksin secara cepat demi kemandirian bangsa.

    "Kalau kita gagal mempercepat penemuan vaksin pasar itu akan dijarah produsen luar negeri. Dan ini sangat bagus kalau kita hindari ruang itu," kata Muhadjir.

    Rapat koordinasi ini digelar Muhadjir bersama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19. Hal ini menindaklanjuti perintah Jokowi agar segara mengatur strategi percepatan penanganan Covid-19. Muhadjir meminta berbagai upaya perlu dilakukan agar percepatan penanganan Covid-19 bisa sukses dilakukan.

    Salah satunya dengan menambah jumlah pengujian spesimen virus Corona dengan metode polymerase chain reaction (PCR) mencapai 20 ribu per hari. Muhadjir mengatakan saat ini pengujian spesimen sudah mencapai lebih dari 10 ribu per hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BUMN Bio Farma Produksi Vaksin Virus Corona 2021, Ada Syaratnya

    Bio Farma memerlukan akan produksi vaksin virus corona awal 2021 bila semua syarat terpenuhi. BUMN itu bekerja sama dengan Sinovac Biotech Ltd.