Tri Rismaharini Ngaku Tak Berani Minta Ikut Pilgub DKI

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini usai dilantik menjadi Ketua DPP PDIP Bidang Kebudayaan dan Pendidikan di kantor DPP PDIP Diponegoro, Jakarta pada Senin, 19 Agustus 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini usai dilantik menjadi Ketua DPP PDIP Bidang Kebudayaan dan Pendidikan di kantor DPP PDIP Diponegoro, Jakarta pada Senin, 19 Agustus 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku tak pernah berpikir untuk maju dalam pemilihan Gubernur DKI mendatang. “Saya enggak pernah berpikir itu. Boleh percaya atau tidak, tapi memang saya tidak berani meminta untuk itu,” kata Risma dalam telekonferensi di acara Ini Budi, Sabtu, 6 Juni 2020.

    Jabatan Risma sebagai Wali Kota Surabaya akan berakhir tahun depan. Ia mengatakan akan berjualan batik jika sudah tak lagi menjabat.

    Adapun jika diminta ikut kontestasi politik, Risma mengatakan bahwa jabatan wali kota maupun gubernur harus lah datang dari Tuhan. “Saya punya prinsip itu harus yang menurunkan adalah Tuhan,” ujar Risma.

    Ia melanjutkan, “Kalau saya ngomong ‘oh sanggup saya bisa’, itu bohong.”

    ADVERTISEMENT

    Risma mencontohkan, di penghujung masa jabatannya kini sedang diuji dengan wabah Covid-19. Ia mengaku mempertanyakan kenapa Tuhan memberikannya cobaan dan mencoba pasrah.

    “Doa saya gampang. Saya kan enggak minta jabatan, kenapa saya diberikan cobaan ini. Tolong bantu saya Tuhan. Jadi dikembalikan lagi,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.