Kasus Covid-19 Bertambah 678, Yurianto: Tak Merata di 34 Provinsi

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara penanganan wabah virus Corona, Achmad Yurianto memberikan update terkait kasus Covid-19 di kantor presiden, Jakarta pada Jumat, 6 Maret 2020. TEMPO/Dewi Nurita

    Juru bicara penanganan wabah virus Corona, Achmad Yurianto memberikan update terkait kasus Covid-19 di kantor presiden, Jakarta pada Jumat, 6 Maret 2020. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, penambahan 678 kasus positif Covid-19 pada hari ini tidak merata di 34 provinsi. "Ini tidak dimaknai gambaran keseluruhan dari wilayah Indonesia," kata Yurianto dalam konferensi pers yang disiarkan akun Youtube BNPB, Jumat, 29 Mei 2020.

    Yurianto menuturkan 678 kasus disumbang oleh 5 provinsi yang mengalami peningkatan jumlah kasus. DKI, misalnya, mengalami penambahan 125 kasus positif. Namun, penambahan tersebut bukan seluruhnya terjadi di wilayah DKI.

    Angka positif itu, kata dia, berasal dari pekerja migran Indonesia yang kembali ke tanah air melalui Bandara Soekarno-Hatta. Dalam hasil pemeriksaan PCR, kebanyakan pekerja migran itu positif Covid-19. "Jadi ini bukan gambaran wilayah DKI, tapi juga gambaran di pekerja migran Indonesia," ujarnya.

    Provinsi kedua yang menyumbang penambahan kasus terbanyak adalah Jawa Timur dengan 101 kasus. Namun, angka ini menurun jika dibandingkan kemarin sebanyak 171 kasus. Kemudian Kalimantan Selatan juga mengalami peningkatan jumlah positif sebanyak 78 kasus, Papua 56 kasus, Sulawesi Selatan 41 kasus, dan Sumatera Utara 38 kasus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.