ICW: Harun Masiku Kunci Membuka Kotak Pandora

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pria diduga Harun Masiku, tersangka suap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan terekam oleh CCTV di selasar Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 7 Januari 2020. Pria yang diduga Harun Masiku terlihat pada pukul 17.15 WIB. Istimewa

    Pria diduga Harun Masiku, tersangka suap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan terekam oleh CCTV di selasar Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 7 Januari 2020. Pria yang diduga Harun Masiku terlihat pada pukul 17.15 WIB. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut mantan Caleg PDIP Harun Masiku merupakan aktor kunci perkara suap yang menyeret mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

    "Harun Masiku menjadi aktor kunci untuk membuka kotak pandora dalam perkara suap pergantian waktu anggota yang juga melibatkan Komisioner KPU," kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana melalui keterangannya di Jakarta, Kamis, 28 Mei 2020.

    Menurut dia, jika Harun tertangkap setidaknya dapat menjawab dua pertanyaan penting terkait perkara suap PAW tersebut.

    "Misalnya pertama, apakah ada aktor yang berasal dari struktur petinggi partai politik yang terlibat. Kedua, apakah uang yang diberikan ke Komisioner KPU murni pribadi atau ada sponsor berasal dari organisasi tertentu," kata Kurnia.

    Ia pun menyinggung ketidakseriusan pimpinan KPK memburu Harun. "Keberadaan Harun Masiku yang sampai hari ini terlihat enggan untuk ditangkap oleh KPK sebenarnya bukan hal yang baru lagi. Sebab, memang sedari awal pimpinan KPK takut untuk meringkus yang bersangkutan," ujar Kurnia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.